• Login
Bacaini.id
Sunday, May 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Buntut Kiai dan Gus Cabuli Belasan Santriwati, Izin Pesantren Didesak Dicabut

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
21 March 2024 17:26
Durasi baca: 2 menit
Buntut Kiai dan Gus Cabuli Belasan Santriwati, Izin Pesantren Didesak Dicabut. (foto/Bacaini)

Buntut Kiai dan Gus Cabuli Belasan Santriwati, Izin Pesantren Didesak Dicabut. (foto/Bacaini)

Bacaini.id, TRENGGALEK – Kasus pencabulan belasan santriwati dengan pelaku seorang pengasuh pondok pesantren (ponpes) dan putranya (kiai dan gus) di wilayah Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek, berbuntut panjang.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Trenggalek berunjuk rasa di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Trenggalek Kamis (21/3/2024).

Massa menuntut izin oeprasional ponpes untuk dicabut. Kemudian juga meminta kemenag dan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak mengembangkan program yang mampu menjamin lingkungan pesantren aman dari kasus kekerasan seksual.

“Cabut izin pondok pesantren yang telah terjadi kasus kekerasan seksual,” tegas Benny selaku perwakilan massa mahasiswa Kamis (21/3/2024).

Santriwati korban pencabulan seorang kiai dan gus di ponpes Trenggalek diketahui berjumlah 12 orang. Korban yang masih berusia di bawah umur digerayangi bagian dada dan alat vitalnya.

Aksi bejat dengan iming-iming uang Rp 100 ribu-Rp150 ribu itu dilakukan pelaku sejak tahun 2021 hingga 2024. Saat ini kedua pelaku yang merupakan ayah dan anak itu telah dijebloskan ke dalam tahanan.

Dalam aksi itu, massa mahasiswa juga mendesak kemenag turut mendampingi para korban.

Dalam kesempatan itu Benny juga mengatakan menyesalkan pernyataan kemenag Trenggalek, yakni menilai persoalan yang terjadi tak lebih dari permasalahan statistik.

Kemenag Trenggalek terkesan menganggap sepele kasus pencabulan yang terjadi lantaran jumlah korban secara statistik dinilai sedikit.

“Kami merasa kecewa atas pernyataan kemenag yang menyatakan tentang jumlah korban pencabulan yang sedikit, padahal kasus kekerasan seksual itu berapapun jumlahnya kasus itu telah melanggar batasan kemanusiaan,” kata Benny.

Menanggapi tuntutan massa mahasiswa Kepala Kemenag Trenggalek Moh Nur Ibadi mengatakan pihaknya belum memutuskan mencabut izin operasional pondok pesantren.

Saat ini kemenag masih menunggu masukan dari berbagai pihak. Terkait pendampingan dan sekolah untuk para korban, kata Ibadi pihaknya telah menyiapkan sekolah baru.

“Meski anak dan pemilik ponpes sudah ditetapkan tersangka kemenag masih belum memutuskan mencabut izin operasional. Kami masih menunggu masukan dari beberapa pihak terkait untuk mencabut izin ponpes pelaku,” ujarnya singkat.

Penulis: Aby Kurniawan

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: izin pesantren dicabutkiai dan gus cabulpencabulan di pesantrenponpessantriwatisantriwati korban pencabulan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi Gojek. Foto: istimewa

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Gojek-Grab, Ini Perhitungannya

Musik menjadi cara paling populer untuk meredakan stres menurut studi terbaru di Amerika Serikat (foto/ist)

Musik Linkin Park hingga Taylor Swift Jadi Pereda Stres, Ini Hasil Studinya

Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In