• Login
Bacaini.id
Sunday, May 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Berburu Ikan Mabuk Sudah Ada Sejak Kerajaan Airlangga

ditulis oleh
7 March 2023 21:20
Durasi baca: 2 menit
Tiga orang serdadu Belanda menyaksikan kegiatan nyirib sekitar 1948. Foto: dokumen keluarga Flif Peeters. by historia.id

Tiga orang serdadu Belanda menyaksikan kegiatan nyirib sekitar 1948. Foto: dokumen keluarga Flif Peeters. by historia.id

Bacaini.id, KEDIRI – Momentum berburu ikan mabuk di sungai ternyata sudah dilakukan masyarakat sejak jaman Kerajaan Airlangga. Momentum ini bahkan tergurat dalam relief Candi Borobudur.

Pegiat sejarah dan budaya yang juga dosen sejarah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Sigit Widiatmoko mengatakan kegiatan mencari ikan mabuk akibat penggelontoran bendungan (pladu) sudah terjadi di abad 10.

“Pada era Kerajaan Airlangga sudah dibangun bendungan yang jernih bernama Sapta Arga,” kata Sigit kepada Bacaini.id, Selasa 7 Maret 2023.

Bendungan itu menjadi jalur transportasi masyarakat dan selalu dijaga kebersihannya. Kala itu bendungan dan sungai juga menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mencari ikan sebagai makanan utama. Jejak ini masih tergurat di relief Candi Borobudur.

Seperti yang dilakukan zaman sekarang, pembersihan bendungan di era Kerajaan Airlangga juga dilakukan dengan metode pengurasan. Sehingga fenomena orang berburu ikan mabuk di bantaran sungai sudah dilakukan sejak dulu.

“Seiring perkembangan teknologi informasi, istilah pladu cepat populer di masyarakat. Tidak hanya mencari ikan, pladu juga menjadi wisata atau kesenangan,” kata Sigit.

Istilah pladu, menurut Sigit, sudah berkembang cukup luas. Tidak hanya pada momentum pengurasan air bendungan, tetapi juga metode lain yang dipakai untuk membuat ikan mabuk juga disebut pladu.

Di jalur Sungai Brantas, pladu dilakukan oleh pengelola Waduk Wlingi dan Lodoyo Blitar. Selain membersihkan dasar waduk dari endapan, pladu juga untuk menjaga ekosistem air dengan menebarkan benih ikan baru.

Masyarakat pun berbondong-bondong mencari ikan di Sungai Brantas yang mabuk karena pusaran air. Mereka menangkap dengan alat sederhana seperti kail dan jala untuk menangkap ikan mabuk.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: Hari Tri Wasono

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kerajaan airlanggapladusungai brantas
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan simbol kebebasan berekspresi dan aktivitas jurnalis

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Tema Perdamaian hingga Tantangan Kebebasan Media di Indonesia

Hamparan bunga liar berwarna-warni di Namaqualand saat musim semi

Wisata Bunga Liar Mendunia: Alternatif Selain Sakura, Ini Destinasi Terbaiknya

Ilustrasi Gojek. Foto: istimewa

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Gojek-Grab, Ini Perhitungannya

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In