• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 26, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Benda Purbakala di Sungai Ngasem Ternyata Bukan Temuan Baru

ditulis oleh
9 November 2021 12:57
Durasi baca: 3 menit
Temuan benda purbakala di sungai Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Foto: Bacaini/Micko

Temuan benda purbakala di sungai Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Foto: Bacaini/Micko

Bacaini.id, KEDIRI – Penemuan benda purbakala yang menggegerkan warga Dusun Kranggan, Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri ternyata bukan penemuan baru. Benda berbentuk kepala Kala itu sudah teregistrasi di BPCB Provinsi Jawa Timur.

Kasi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Eko Priyanto melakukan pengecekan di lokasi aliran sungai Kalasan tempat benda purbakala ditemukan.

“Sebenarnya sudah pernah ditemukan sebelumnya, ada tiga artefak termasuk arca Kala dan masing-masing sudah memiliki nomor registrasi KDR 09-011,” kata Eko di lokasi temuan, Senin, 8 November 2021.

Menurutnya, benda purbakala itu sudah ditemukan sejak tahun 1996. Diduga terseret derasnya aliran sungai yang membuat posisinya terbalik sehingga masyarakat mengira benda itu hanyalah bongkahan batu biasa.

Namun, ketika warga setempat melakukan normalisasi sungai sekaligus hendak memindahkan batu tersebut menggunakan alat berat, baru diketahui jika batu tersebut berbentuk kepala Kala. “Mungkin karena waktu diangkat akhirnya terbalik jadi baru kelihatan,” imbuhnya.

Baca ini 150 Hektar Hutan Lindung di Hulu Sungai Brantas Lenyap

Untuk menghargai kearifan masyarakat setempat, selama ini benda purbakala termasuk arca Kala berukuran 170×100 cm itu tidak disemayamkan di tempat baru yang lebih layak. Karena batu tersebut dianggap sakral.

Mereka mempercayai akan adanya balak jika ketiga artefak itu dipindahkan. Arca Kala itu saat ini diletakkan di sebelah arca Kala dengan ukuran lebih kecil yang disebut pentul oleh masyarakat setempat.

“Masyarakat Desa Nambaan khususnya, memiliki keterkaitan emosional dengan benda tersebut. Ada pantangan yang dipercaya, jadi dari dulu masih ada di sini, tidak kami pindahkan,” terangnya.

Dikatakan Eko, benda purbakala tersebut merupakan peninggalan dari era Kerajaan Kadiri sekitar abad 12. Bisa dikatakan kepala Kala yang ditemukan cukup unik dan tidak seperti pada umumnya.

Kepala Kala tersebut berwarna merah, sedangkan pada umumnya batu andesit berwarna hitam keabu-abuan. Dulu arca Kala biasanya dipasang di ambang pintu dan secara simbolis dipercaya untuk menetralisir balak.

“Maka dari itu, momentum revitalisasi sungai ini menjadi momen yang tepat untuk berkomunikasi dengan tokoh adat di Desa Nambaan. Agar ada pembicaraan lebih lanjut untuk memindahkan temuan ini ke tempat yang lebih layak,” ujar Eko.

Kepala Dusun Kranggan, Supriadi mengatakan lokasi temuan benda purbakala tersebut memang disakralkan  masyarakat karena terdapat benda peninggalan kerajaan kuno yang disebut batu pentul.

“Menurut cerita para sepuh, dulu setiap malam tertentu terdengar suara tabuh jaranan yang asalnya dari lokasi batu pentul itu. Belum lama juga ada kejadian satu warga yang mendengar suara itu selama 4 hari berturut-turut,” jelas Supriadi.

Bahkan, ketika akan diadakan pagelaran seni jaranan, satu hari sebelumnya pihak yang bersangkutan selalu meletakkan sesajen di atas batu itu. Begitu juga dengan masyarakat setempat yang akan menggelar hajatan.

“Selanjutnya bagaimana kita akan memperlakukan benda purbakala itu, kita butuh rembukan dengan sesepuh desa dulu,” pungkasnya.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Kediripurbakala
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Salah satu KDMP di Jombang. Foto: bacaini/Syailendra

Belum Beroperasi, Sejumlah Karyawan KDKMP Mengundurkan Diri

Defi Sugiarto, peternak ayam petelur di Desa Ngulankulon, Pogalan, Trenggalek. Foto: bacaini/Aby

Harga Telur Turun Saat Pakan Naik, Peternak Ayam di Trenggalek Kelimpungan

Muh Samanhudi Anwar memberikan pernyataan akan mundur saat pelantikan Ketua KONI Kota Blitar di tengah polemik dana hibah olahraga dan konflik pemilihan KONI

Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Teror Pocong Masuk Jawa Timur, Mengingatkan Publik pada Ninja hingga Kolor Ijo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In