• Login
Bacaini.id
Saturday, July 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Aliarcham Kecam Priyayi Kaum Togog dan Dipenjara

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
9 June 2026 06:05
Durasi baca: 3 menit
Ilustrasi Aliarcham tokoh Sarekat Rakyat yang dipenjara pemerintah kolonial Belanda

Potret Aliarcham, tokoh pergerakan yang dikenal lantang mengkritik priyayi kolonial dan memilih berpihak pada rakyat hingga akhir hayatnya (foto/ist)

Poin Penting:

  • Aliarcham diadili pemerintah kolonial Belanda setelah menyebut priyayi sebagai manusia togog yang tunduk pada penjajah
  • Tokoh kelahiran Pati ini aktif di Sarekat Islam Merah dan kemudian memimpin Sarekat Rakyat pada 1923
  • Pada 1925 Aliarcham ditangkap dan dibuang ke Boven Digul hingga wafat pada 1933

Bacaini.ID, KEDIRI – Aliarcham mengecam para priyayi penghamba pemerintah kolonial Belanda sebagai kaum togog, manusia bermental budak yang hanya memihak kepada mereka yang menang, tidak peduli dengan kesengsaraan rakyat. Karenanya gemar membungkuk-bungkuk di depan penjajah.

Baca Juga:

  • Soekarno Presiden Indonesia Paling Berani Melawan Amerika Serikat

Dianggap melakukan penghinaan, Aliarcham diadili di pengadilan kolonial Belanda. Namun ia tidak terlihat gentar sedikitpun. Malah blak-blakan mengatakan priyayi bermental budak pada umumnya bodoh, penakut, dan tidak punya harga diri. Ketimbang jadi togog dirinya memilih hancur bersama rakyat.

“Lebih baik hancur bersama-sama rakyat ketimbang menjadi manusia togog,” tegas Aliarcham seperti dikutip dari buku Aliarcham, Sedikit Tentang Riwayat dan Perjuangannya (1964).

Pengadilan kolonial Belanda memutuskan Aliarcham bersalah dan dihukum empat bulan penjara. Ia mencoba banding di pengadilan di atasnya (Pengadilan Tinggi), namun hukumannya justru diperberat menjadi enam bulan penjara.

Profil Aliarcham dan Latar Belakang Pendidikan

Lahir 1901 di Asemlegi Kawedanan Juwana Kabupaten Pati Jawa Tengah, Aliarcham tumbuh di lingkungan keluarga dengan orang tua sebagai penghulu sekaligus pemuka agama Islam terkemuka.

Baca Juga:

  • Dewan Banteng, Kaum Fasis yang Merongrong Soekarno, Siapa Mereka?

Aliarcham sejak kecil dididik di lingkungan pesantren dan juga dengan mudah bersekolah di HIS (Hollands Inlandse School) karena orang tuanya memiliki kedudukan sosial.

Dikenal sebagai murid yang cerdas, ia mengenal ajaran Saminisme tentang persamaan dan persaudaraan manusia, gotong royong, anti penindasan, perlawanan dan anti penjajahan Belanda dari guru-guru agamanya.

Kebenciannya terhadap segala bentuk penindasan dan penjajahan yang terpupuk sejak kecil itu mempengaruhi cara berfikirnya hingga dewasa, dan menjadikannya sosok yang selalu membela kaum tertindas.

Aliarcham memulai jalan pergerakan dengan menggabungkan diri sebagai anggota Sarekat Islam Salatiga yang tidak lama berubah menjadi Sarekat Islam Merah. Melalui Semaun dan Sneevliet dirinya mengenal sosialisme lebih dalam.

Semangatnya terbakar oleh aksi-aksi massa revolusioner, pemogokan serikat buruh, rapat-rapat umum massa dan pemboikotan radikal. Aliarcham melihat ada sorga kehidupan dalam setiap perjuangan massa yang heroik.

Dibencinya para pemimpin-pemimpin yang berkedok agama tapi melakukan politik kolaborasi dengan pemerintah jajahan demi untuk mendapatkan kursi Volksraad.

Pada konferensi SI Merah di Bandung Maret 1923 ia mengusulkan nama SI Merah diubah Sarekat Rakyat (SR), dengan tujuan menarik garis tegas antara yang putih dan merah. Dalam konferensi tersebut Aliarcham terpilih sebagai ketua. Sejak itu SR tersebar cepat, terutama di seluruh Jawa.

Sepak terjang SR dengan aksi-aksi pemogokan buruh membuat pemerintah kolonial Belanda murka. Pada Desember 1925 Aliarcham ditangkap dan dibuang ke Boven Digul (Papua), menyusul Haji Misbach, tokoh SI Merah Laweyan Solo yang lebih dulu diasingkan.

Sukimah, istri Aliarcham dan Aneksimander, putra mereka sempat menemani di pengasingan, namun pada 1929 dimintanya kembali ke Jawa karena hendak melahirkan anak kedua.

Pada 1 Juli 1933 Aliarcham menghembuskan nafas terakhirnya di atas kapal sungai, di depan kawan-kawannya yang hendak membawanya berobat lantaran sakitnya yang sudah parah.

Jenazahnya kemudian dimakamkan di Tanah Merah dengan nisan bertuliskan: Obor yang dinyalakan di malam gelap gulita ini kami serahkan kepada angkatan kemudian.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: Aliarchamsarekat rakyatsejarah indonesiaSI Merah
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Baskoro (tengah) hidup memprihatinkan di rumah kontrakan. Foto: istimewa

Ironi, Putra Sayuti Melik dan Cucu KH Agus Salim Hidup Kekurangan

Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat konferensi pers penetapan tersangka OTT KPK terkait dugaan pemerasan perangkat daerah

Modus Sandi Jawa Bupati Etik Suryani Berujung OTT KPK

Barang bukti uang tunai, valuta asing dan emas senilai Rp21,2 miliar dalam OTT KPK terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani

Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditahan, KPK Beberkan BB OTT Rp21,2 Miliar

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In