Bacaini.ID, KEDIRI – Airlangga Pribadi Kusman atau populer dipanggil Airlangga Pribadi, atau Bung Angga Rabu (9/9/2026) tutup usia. Ucapan duka cita, bela sungkawa, rasa kehilangan mendalam, mengalir deras di lini masa media sosial. Ucapan datang dari mana-mana.
Sebagian besar kaget, tidak menyangka, kepergian intelektual organik tersebut berlangsung secepat itu. Pada Kamis 10 September 2026, buku Marhaeinisme: Dalil Baru untuk Gen-Z telah dijadwalkan dibedah. Bung Angga hadir sebagai sang penulis.
Pada poster yang tersebar, acara bedah buku dan diskusi publik tersebut juga dihadiri Rocky Gerung, Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan Sarinah Aeis yang dikenal sebagai aktivis perempuan Gen-Z.
Dikutip dari akun pribadi salah seorang karibnya di platform media sosial, Airlangga Pribadi tiba di Stasiun Gambir Jakarta Rabu pagi (9/9), dari Surabaya. Ia mampir ke kedai Atjeh Connection di Jalan Sabang, karena hari masih terlalu pagi.
Diceritakan, Airlangga Pribadi memesan kopi. Juga kudapan untuk sarapan pagi. Suasana kedai masih sepi pengunjung. Sambil menunggu jemputan istri yang harus mengantarkan anak ke sekolah, Bung Angga membuka laptopnya.
Sebuah artikel riset tentang Soekarno yang dikerjakannya bersama Vijay Prashad, seorang sejarawan dan intelektual dari India, dilanjutkannya. Tulisan makalah yang belum rampung.
Disampaikan, layar laptop itu masih terbuka lebar saat Airlangga Pribadi tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya. Berdirinya sempoyongan dan kemudian jatuh. Tubuh akademisi yang kerap dipuji sebagai pemikir sosialis sejati itu menggelosoh di lantai kedai kopi.
Saat istrinya mengontak melalui telpon genggam, penjaga kedai memberitahu Airlangga Pribadi dalam keadaan tidak sadarkan diri. Mobil ambulans kemudian melarikannya ke unit gawat darurat RDPAD Gatot Subroto.
Di dalam mobil ambulans tekanan darahnya mencapai 240, dan terus naik hingga masuk ruang emergensi. Gula darahnya 400. Kondisi Bung Angga koma dan pada pukul 13.35 WIB mengalami henti jantung.
Di ruangan itu dokter bekerja keras mengembalikan detak jantungnya yang berhenti. Namun upaya itu tidak berhasil. Airlangga Pribadi, dosen FISIP Universitas Airlangga Surabaya dan juga pengamat politik itu dinyatakan meninggal dunia.
Profil Airlangga Pribadi
Lahir di Jombang Jawa Timur 23 November 1976, Airlangga Pribadi Kusman dikenal sebagai pribadi yang tekun dan haus akan ilmu pengetahuan. Riset doktoralnya di Murdoch University, Australia (2016) mengungkap jejaring kekuasaan di Jawa Timur pasca reformasi.
Riset yang kemudian dibukukan dengan judul The Vortex of Power: Intellectuals and Politics in Indonesia’s Post-Authoritarian Era tersebut diterbitkan oleh Palgrave Macmillan pada 2019. Bukunya yang berjudul Merahnya Ajaran Bung Karno: Narasi Pembebasan ala Indonesia (2022) mencerminkan kegigihannya.
Pandangan-pandangan Airlangga Pribadi kerap menjadi rujukan penting di berbagai forum ilmiah, diskusi publik dan berbagai media massa nasional. Selamat jalan Bung Angga! (sa/edt)




