Poin Penting:
- PKB Kabupaten Blitar menargetkan 14 kursi DPRD pada Pemilu Legislatif 2029.
- Ketua DPC Muhammad Rifai meminta seluruh struktur partai mulai bergerak untuk menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada 2031.
- PKB membuka peluang bagi milenial dan Gen Z untuk menjadi calon legislatif sekaligus mewadahi aspirasi pemilih pemula.
Bacaini.ID, BLITAR – Mesin politik PKB Kabupaten Blitar mulai bergerak (on fire) untuk menghadapi Pemilu Legislatif 2029 dan Pilkada 2031. Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar, Muhammad Rifai, menegaskan seluruh struktur partai harus bekerja sejak sekarang. PKB Blitar juga mematok target 14 kursi DPRD dan membuka peluang bagi generasi milenial serta Gen Z untuk terjun sebagai calon legislatif.
Muhammad Rifai mengatakan mesin politik PKB Blitar telah bersiaga penuh. Untuk memenangkan pilkada dan Pileg 2029 dengan target 14 kursi di DPRD, pergerakan harus dimulai hari ini. “Mesin politik kita hidupkan semuanya, on untuk pemilu, baik legislatif maupun pilkada,” tegas M Rifai dalam pengukuhan pengurus DPC dan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB Kabupaten Blitar 2026–2031 di Kampung Coklat, Minggu (25/10/2026).
Pengukuhan struktur partai menjadi momentum PKB Kabupaten Blitar untuk melakukan konsolidasi menyuruh, termasuk mengamankan basis suara di tingkat akar rumpu (grassroot). Pengukuhan pengurus partai, kata Rifai bukan sekadar acara seremonial tahunan. Begitu dikukuhkan mereka harus langsung bergerak melakukan kerja politik. Termasuk dengan badan otononom (banom) partai.
“Pemilu itu tidak 2029, tapi besok. Mulai besok semua struktur lembaga harus siap bekerja untuk pemenangan PKB pada pemilu yang akan datang,” tegas Rifai.
PKB Buka Peluang bagi Milenial dan Gen Z
Langkah berikutnya setelah konsolidasi struktural adalah mulai menjaring, menyaring dan menimbang figur-figur potensial untuk momentum pileg dan pilkada. PKB Kabupaten Blitar membuka pintu lebar-lebar bagi generasi muda, khususnya kelompok milenial dan gen Z.
Disampaikan terbuka oleh Rifai, partainya mematok target melibatkan kalangan milenial dan gen Z secara masif sebagai kontestan calon legislatif pada Pemilu 2029 mendatang. Aspirasi pemilih pemula harus diwadahi. Selain itu sekat politik konvensional sudah waktunya untuk ditinggalkan. (sa/edt)




