Bacaini.ID, BLITAR — PKB Kabupaten Blitar menargetkan kenaikan dua kursi di DPRD pada pemilu mendatang, dari sebelumnya 11 kursi menjadi 13 hingga 14 kursi. M Rifai bertekad mengembalikan kejayaan Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Blitar.
Target politik tersebut disampaikan di acara Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar DPC PKB Kabupaten Blitar. Acara yang melibatkan sebanyak 1.500 kader tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi politik dan penataan organisasi.
“Target perolehan kursi harus naik. Dari sebelumnys 11 kursi, kami menargetkan kembali seperti era awal kejayaan PKB, yakni 13 sampai 14 kursi,” kata M Rifai, Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar kepada awak media Minggu (9/8/2026).
Regenerasi Kepengurusan PKB Blitar
Hasil Musancab yang digelar selama dua hari akan langsung ditindaklanjuti dengan rapat kerja oleh DPC dan Dewan Pengurus Anak Cabang Terpilih (DPAC). Sesuai instruksi DPW dan DPP PKB, regenerasi kepengurusan menjadi salah satu poin penting.
Menurut Rifai, para kader senior akan ditempatkan di kepengurusan Dewan Syuro atau yang berfungsi sebagai dewan pertimbangan. Mereka bertugas memberi arahan, pertimbangan spiritual dan sekaligus navigasi politik.
Sedangkan para kader muda yang bertugas menggerakkan roda organisasi sehari-hari ditempatkan di wilayah Tanfidz. Di setiap jenjang kepengurusan wajib memiliki kader muda yang melek teknologi informasi (IT).
“Tanfidz sebagai pelaksana organisasi memang harus diisi anak-anak muda,” tegasnya.
Revitalisasi Banom PKB Blitar
PKB Kabupaten Blitar juga melakukan revitalisasi badan otonom (banom) yang menjadi sayap partai: Garda Bangsa, Panji Bangsa dan Gemasaba. Menguatkan pergerakan sekaligus penjaringan di kalangan muda, terutama para mahasiswa yang berminat pada politik.
Misalnya Gemasaba. Kata Rifai menjadi wadah jaringan bagi mahasiswa yang berminat atau ingin berafiliasi dengan PKB. “Kami merekrut kader-kader muda potensial,” pungkasnya.
PKB Kabupaten Blitar diketahui memiliki 23 DPAC yang tersebar di 22 kecamatan Kabupaten Blitar. Struktur politik yang merata hingga tingkat desa tersebut menjadi mesin politik yang efektif sekaligus massif ketika digerakkan. (sa/edt)




