• Login
Bacaini.id
Tuesday, September 22, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Perempuan Kediri dan Fenomena “Nggak Enakan”

ditulis oleh Hari Tri Wasono
22 September 2026 18:24
Durasi baca: 6 menit
Ilustrasi gak enakan. Foto: bacaini/AI

Ilustrasi gak enakan. Foto: bacaini/AI

Reporter: Hari Tri Wasono | Editor: Editor

Maya:
Guys, Sabtu jadi ngopi nggak?

Rina:
Aku kayaknya nggak bisa deh. Lagi capek banget 😭

Sinta:
Ayolah, sekali ini aja. Udah lama nggak kumpul.

Rina:
Iya deh 😭 Jam berapa?

Maya:
Jam 4 ya. Sekalian makan.

Rina:
Okeee.

Lima menit kemudian…

Rina:
Sebenernya aku pengin rebahan 😭

Sinta:
Terus kenapa bilang iya?

Rina:
Nggak enak kalau nolak 😭

BacaGaya – Kalimat “nggak enak kalau nolak” mungkin terdengar sederhana. Tapi bagi banyak perempuan, kalimat itu bisa menjadi alasan mengapa mereka berkali-kali mengatakan “iya” untuk sesuatu yang sebenarnya tidak mereka inginkan.

Nggak enak menolak ajakan teman.
Nggak enak meminta uang yang dipinjam dikembalikan.
Nggak enak bilang sedang capek ketika seseorang meminta bantuan.
Nggak enak mengoreksi orang lain.
Bahkan, nggak enak ketika sebenarnya kita sedang tidak baik-baik saja.

Akhirnya, kata “iya” keluar lebih cepat daripada pertimbangan kita sendiri.

Di Kediri, fenomena semacam ini sebenarnya bukan sesuatu yang asing. Dalam pergaulan sehari-hari, perempuan sering berada dalam situasi yang menuntut mereka menjaga perasaan orang lain: teman, keluarga, pasangan, tetangga, rekan kerja, bahkan orang yang baru dikenal.

Persoalannya, kapan “menjaga perasaan orang lain” berubah menjadi mengabaikan perasaan sendiri?

Ketika “iya” sebenarnya berarti “tidak”

“Nggak enakan” sering dianggap sebagai sifat baik.

Perempuan yang tidak enakan dianggap sopan, mudah diajak bekerja sama, perhatian, dan tidak suka membuat masalah. Masalahnya muncul ketika sikap tersebut membuat seseorang terus-menerus melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin dilakukan.

Teman mengajak pergi saat sedang ingin istirahat. “Ya sudah, ikut saja.”

Teman meminta bantuan ketika pekerjaan sendiri belum selesai. “Ya sudah, bantu sebentar.”

Diminta menjadi panitia lagi, padahal sudah kelelahan. “Ya sudah, nggak enak kalau nolak.”

Lama-lama, seseorang bisa terbiasa mengorbankan kenyamanan dirinya sendiri hanya agar orang lain tidak kecewa. Padahal, menolak bukan berarti jahat. Dan mengatakan “tidak” bukan berarti seseorang berhenti menjadi perempuan yang baik.

Mengapa perempuan sering merasa harus menyenangkan semua orang?

baca halaman selanjutnya………

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Page 1 of 3
123Next
Tags: bacagayabacainiidceritaperempuannggakenakanperempuankediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

MENGUNGKAP PRAKTIK KOTOR TRANSAKSI LUAR NEGERI YANG DILAWAN PRABOWO

Ilustrasi gak enakan. Foto: bacaini/AI

Perempuan Kediri dan Fenomena “Nggak Enakan”

Tegaskan Komitmen Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, Mbak Wali Tandatangani Komitmen Bersama

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In