Bacaini.ID, KEDIRI — Pernah merasa punya banyak teman, tetapi ketika sedang benar-benar butuh tempat bercerita, tidak tahu harus menghubungi siapa? Atau pernah duduk bersama teman-teman, tertawa dan ngobrol seperti biasa, tetapi pulang dengan perasaan justru semakin lelah?
Mungkin persoalannya bukan karena kita tidak punya teman. Hanya belum punya circle yang membuat kita merasa aman menjadi diri sendiri.
Sebab, semakin dewasa, perempuan sering memiliki semakin banyak peran. Menjadi anak, pasangan, ibu, pekerja, pengusaha, sekaligus seseorang yang dituntut tetap terlihat baik-baik saja.
baca ini:
- Berteman Dengan Lawan Jenis di Kantor, Ini Yang Harus Dibatasi
- Testimoni Ibu Muda Yang Menemukan Yoga di Bacaini
Di tengah semua tuntutan itu, perempuan sebenarnya membutuhkan sesuatu yang sederhana, yakni orang-orang yang bisa menjadi tempat pulang secara emosional. Bukan untuk menyelesaikan semua masalah, tapi cukup untuk mendengarkan.
Tidak Semua Cerita Harus Disimpan Sendiri
Ada persoalan yang mungkin sulit diceritakan kepada keluarga atau pasangan. Bukan karena tidak percaya, tetapi karena terkadang perempuan membutuhkan sudut pandang dari orang yang mengalami hal serupa.
Misalnya ketika sedang menghadapi tekanan pekerjaan, bingung mengatur kehidupan setelah menikah, merasa kehilangan diri sendiri setelah menjadi ibu, atau sekadar sedang berada dalam fase hidup yang membuat semuanya terasa berat.
Teman perempuan bisa menjadi ruang untuk mengatakan, “Aku juga pernah merasakan hal yang sama.”
Kalimat sederhana seperti itu kadang jauh lebih menenangkan daripada seribu nasihat. Bukan berarti semua masalah selesai setelah bercerita. Tetapi mengetahui bahwa kita tidak sendirian bisa membuat beban terasa sedikit lebih ringan.
baca halaman selanjutnya …………….




