
Jangan Takut Keluar dari Circle yang Tidak Sehat
Namun, penting juga menyadari bahwa tidak semua pertemanan harus dipertahankan. Jika sebuah circle membuat seseorang terus merasa rendah diri, selalu dibandingkan, tidak dihargai, atau justru merasa harus menjadi orang lain agar diterima, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali hubungan tersebut.
Pertemanan seharusnya memberikan ruang. Ruang untuk berbeda pendapat. Ruang untuk berkembang. Ruang untuk memiliki pilihan hidup sendiri. Dan ketika seorang teman berhasil, kita tidak harus merasa kalah. Keberhasilan teman bukan berarti kegagalan kita.
Begitu pula ketika jalan hidup kita berbeda. Tidak semua perempuan harus menikah di usia yang sama, memiliki pekerjaan yang sama, punya anak pada waktu yang sama, atau mencapai kesuksesan dengan cara yang sama.
Karena Hidup Bukan Perlombaan
Pada akhirnya, perempuan membutuhkan circle bukan untuk membentuk kehidupan yang sempurna. Kita membutuhkan teman untuk menemani perjalanan yang kadang berantakan, melelahkan, membingungkan, tetapi juga penuh cerita.
Mungkin hari ini kita yang sedang menguatkan teman. Besok, bisa jadi justru kita yang membutuhkan pelukan dan kalimat sederhana, “Tenang, kamu nggak sendirian.”
Sebab perempuan tidak harus selalu kuat sendirian.
Kadang, menjadi kuat justru berarti berani mengakui bahwa kita membutuhkan orang lain.
Dan mungkin, dari situlah sebuah pertemanan yang sehat benar-benar dimulai.



