Kemarin sore saya mendapat kabar yang agak mengejutkan. Dua teman saya tiba-tiba mengatakan telah bergabung menjadi anggota perguruan silat.
Sebenarnya tidak ada yang aneh. Orang masuk perguruan silat bukan peristiwa luar biasa. Sama seperti orang ikut klub sepak bola, komunitas sepeda, kelompok motor, atau tiba-tiba rajin bermain padel setelah tahu olahraga itu sedang ramai.
Yang membuat saya kaget adalah orangnya.
Saya mengenal dua teman ini cukup lama. Keduanya bukan tipe orang yang suka berkelahi. Bahkan, kalau ada keributan, mereka lebih mungkin mencari warung kopi terdekat daripada ikut mendekat.
Lebih lucu lagi, dulu mereka termasuk orang yang sering mengolok-olok perguruan silat.
Ada pesilat lewat dengan seragam kebesaran, mereka tertawa. Ada video keributan antarperguruan di media sosial, mereka menjadi komentator dadakan.
Pokoknya, kalau ada nominasi “orang paling tidak mungkin masuk perguruan silat”, dua orang ini mungkin masuk daftar.
Tetapi sekarang mereka justru menjadi bagian dari salah satu perguruan. Saya pun penasaran.
Apa yang sebenarnya mereka cari?
Saya mencoba bertanya. Jawabannya ternyata tidak sesederhana dugaan saya.
baca halaman selanjutnya……………….




