Poin Penting:
- Isu dugaan penculikan muktamirin asal Bojonegoro dan Babat Lamongan beredar di media sosial menjelang Muktamar NU ke-35 di Jombang
- Ketua OC Muktamar NU ke-35 Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan meminta peserta tidak mudah terpengaruh
- Gus Ipul memastikan tidak ada intervensi terhadap peserta maupun pelaksanaan Muktamar NU ke-35
Bacaini.ID, JOMBANG – Isu penculikan mewarnai perhelatan Muktamar ke-35 NU di Ponpes Tambakberas Jombang yang dijadwalkan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto 27 Agustus 2026. Kabar dugaan penculikan peserta muktamar (muktamirin) asal PCNU Bojonegoro dan Babat Lamongan beredar luas di berbagai platform media sosial.
Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @santrikeren, yang mengunggah informasi chat WA adanya dugaan intervensi dan tekanan dari penguasa. Berikut unggahan penggalan chat WA: “Bojonegoro dijemput cokelat. Mohon doanya saya istiqomah… …!!! Di kawal…mulai…dari rumah …ya Alloh. Babat dijemput Bupati Lamongan. Tlg bantuViralkan.”
Menanggapi kabar dugaan penculikan tersebut Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tidak mengiyakan dan tidak juga membantahnya. Ia hanya mengatakan isu semacam itu bukan hal baru dalam setiap pelaksanaan muktamar.
“Biasa saja, tidak ada yang istimewa. Setiap muktamar juga ada isu-isu seperti ini,” kata Gus Ipul di Jombang, Selasa (25/8/2026) petang.
Menurut Gus Ipul, informasi yang beredar perlu disaring karena tidak seluruhnya dapat dipastikan kebenarannya. “Ya, itu bisa benar, bisa juga tidak benar,” tambahnya.
Ia meminta para peserta Muktamar NU tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Dia menilai para peserta muktamar merupakan pengurus NU yang telah berpengalaman dan memahami dinamika organisasi.
“Tapi percayalah bahwa peserta muktamar ini adalah pengurus-pengurus yang terlatih, pengurus yang paham, pengurus yang bisa memilah dan memilih. Mana yang benar, mana yang enggak benar. Percayakan saja,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu Gus Ipul juga membantah adanya intervensi terhadap peserta maupun pelaksanaan Muktamar NU ke-35. “Tidak ada. Saya pastikan tidak ada intervensi. Saya pastikan tidak ada intervensi,” tegasnya.
Menurut Gus Ipul, banyak pihak memiliki perhatian terhadap pelaksanaan Muktamar NU karena organisasi tersebut memiliki jaringan yang luas. Karenanya banyak pihak ingin terlibat dan memberikan kontribusi dalam pelaksanaan muktamar.
“Tapi kita tahu NU ini adalah besar dan tentu banyak yang ingin terlibat, ingin berkontribusi,” pungkas Gus Ipul. Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun, pembukaan Muktamar ke-35 NU yang sebelumnya dijdwalkan dibuka pukul 19.00 WIB, diajukan pukul 15.00 WIB. (sya/sa)




