• Login
Bacaini.id
Sunday, August 9, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Membuka Tabir Gudang Senjata di Sekolah Islam Harapan Ibu

ditulis oleh Hari Tri Wasono
9 August 2026 12:31
Durasi baca: 5 menit
Sekolah Islam Harapan Ibu di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Foto: harapanibu.sch.ac.id

Sekolah Islam Harapan Ibu di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Foto: harapanibu.sch.ac.id

Reporter: Danny Wibisono | Editor: Editor

Bacaini.ID, JAKARTA — Kompleks Sekolah Islam Harapan Ibu di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, tidak menunjukkan sesuatu yang ganjil dari luar. Gedung bertingkat dengan warna-warna cerah itu bahkan terkesan nyaman dan ceria, seperti layaknya bangunan sekolah pada umumnya.

Temuan ratusan senjata, amunisi, peralatan yang disebut berkaitan dengan pembuatan peluru, hingga dan VCD porno di ruang ketua yayasan pada awal Juli 2026 meruntuhkan citra itu. Sekolah Islami yang memiliki jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas ini berubah menjadi sangat mengerikan dalam sekejab.

Baca Juga: Misteri 995 Senjata Api dan Bunker di Yayasan Sekolah Mewah Jakarta Selatan

Perkara ini makin rumit ketika berbagai fakta menyeruak di balik temuan ratusan senjata tersebut. Mulai konflik internal yayasan, pergantian kepengurusan, klaim mengenai kegiatan menembak, perbedaan keterangan mengenai kepemilikan barang, hingga sebuah ruangan lain yang disebut menyerupai “bunker” dan belum dibuka hingga sekarang.

Pertanyaan besar yang muncul adalah bagaimana itu semua bisa berada di ruang bangunan sekolah tanpa seorang pun tahu.

Jejak persoalan disebut mulai terlihat pada April 2026. Berdasarkan kronologi yang beredar, konflik internal terjadi di tubuh yayasan yang mengelola sekolah. Ketua yayasan berinisial IWD disebut dipecat atas dugaan penyalahgunaan dana. Setelah tidak lagi memegang jabatan, akses terhadap sejumlah ruangan yang sebelumnya berada dalam penguasaannya menjadi persoalan karena tetap terkunci.

Situasi berubah pada 10–11 Juli 2026. Pihak sekolah disebut membuka paksa salah satu ruangan yang sebelumnya terkunci. Pembukaan dilakukan untuk mengambil perlengkapan sekolah. Namun apa yang ditemukan di dalam ruangan justru mengubah arah persoalan. Di dalamnya terdapat tumpukan barang menyerupai senjata.

Baca Juga: Kasus Bunker di Indonesia, dari Terorisme hingga Narkoba

Informasi yang beredar menyebut temuan awal mencapai sekitar 995 unit, sementara narasi lain menyebut total barang bukti kemudian mencapai 996 unit setelah pendataan lebih lanjut. Perbedaan angka ini penting dicatat karena menunjukkan bahwa inventarisasi final semestinya mengacu pada hasil resmi penyidik, bukan semata informasi yang beredar di media sosial.

Dari ratusan barang tersebut, sekitar 776 unit disebut revolver/airsoft gun, sementara sekitar 215 unit lainnya disebut pistol/airsoft gun, ditambah beberapa pucuk senjata angin maupun senjata api.

Dalam materi yang beredar disebut pula adanya senjata dengan tipe atau platform seperti AK-47, M4 Carbine, dan FN P90, serta amunisi, magasin, peredam suara dan peralatan lain. Status masing-masing benda, baik senjata api aktif, replika, airsoft, modifikasi, atau kategori lainnya tetap harus dibuktikan melalui pemeriksaan balistik dan keterangan resmi kepolisian.

Dengan jumlah sebesar itu, ruangan tersebut tidak lagi tampak seperti tempat penyimpanan perlengkapan olahraga biasa.

Pada 15 Juli 2026, diterbitkan laporan polisi di Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi mulai menyelediki siapa pemilik senjata, bagaimana senjata diperoleh, apakah terdapat izin yang sah, siapa yang mempunyai akses, dan untuk kepentingan apa barang sebanyak itu disimpan di lingkungan sekolah.

Pengurus yayasan yang baru mencurigai bahwa barang tersebut merupakan barang ilegal yang berbahaya. Sebaliknya, pihak yang dikaitkan dengan mantan ketua yayasan disebut menyatakan sebagian persenjataan memiliki legalitas dan berkaitan dengan kegiatan menembak.

Belakangan muncul klaim mengenai izin Perbakin dan keberadaan kegiatan ekstrakurikuler menembak sejak sekitar 2021. Klaim itu kemudian dibantah oleh pihak lain yang menyatakan tidak pernah terdapat ekstrakurikuler menembak di sekolah.

Temuan 5 Agustus membuat kasus semakin pelik. Pembukaan atau pemeriksaan ruangan lain disebut menghasilkan temuan tambahan. Selain senjata laras panjang dan peralatan terkait persenjataan, ditemukan pula barang yang disebut sebagai alat cetak atau perlengkapan pembuatan peluru.

Kemudian muncul temuan yang sama sekali berbeda, yakni benda yang diduga narkotika. Ada pula sejumlah media penyimpanan atau VCD yang disebut berisi materi pornografi.

Jika seluruh temuan itu terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium dan penyidikan, perkara ini tidak lagi hanya berkaitan dengan persoalan administrasi kepemilikan senjata. Penyidik harus memisahkan sedikitnya beberapa jalur pemeriksaan, yakni legalitas dan kepemilikan senjata, asal-usul amunisi dan perlengkapan pembuatan peluru, kepemilikan narkotika, penguasaan ruangan, serta siapa yang terakhir memiliki akses efektif terhadap lokasi penyimpanan.

Keberadaan suatu barang di sebuah ruangan memang merupakan fakta penting, tetapi tidak otomatis membuktikan siapa pemiliknya atau siapa yang meletakkannya di sana. Inilah titik yang harus dijaga dalam membaca kasus tersebut.

Konflik internal yayasan membuat rantai penguasaan ruangan menjadi sangat penting. Siapa memegang kunci? Siapa mengetahui kombinasi atau aksesnya? Kapan terakhir ruangan dibuka? Apakah terdapat CCTV? Siapa yang masuk dan keluar sebelum ruangan disegel? Apakah barang pernah dipindahkan?

Tanpa menjawab pertanyaan tersebut, kesimpulan mengenai siapa yang bertanggung jawab masih terlalu dini.

Dalam perkara yang melibatkan barang bukti dalam jumlah besar, persoalan chain of custody menjadi krusial. Setiap senjata perlu diidentifikasi satu per satu: jenis, nomor seri, kondisi, kaliber, status registrasi dan pemilik yang tercatat. Senjata yang legal tidak dapat diperlakukan sama dengan senjata ilegal. Airsoft gun juga tidak otomatis dapat disamakan dengan senjata api.

Demikian pula terhadap barang yang diduga narkotika. Identifikasi visual saja tidak cukup. Harus ada pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis dan kandungannya.

Apabila ruangan tersebut sebelumnya dikuasai secara eksklusif oleh seseorang, hal itu merupakan petunjuk penting. Namun jika akses dapat dilakukan banyak orang setelah konflik kepengurusan terjadi, konstruksi pembuktiannya menjadi lebih kompleks.

Karena itu, penyidikan harus bergerak dari barang menuju manusia melalui bukti: sidik jari, DNA bila relevan, rekaman CCTV, catatan akses, komunikasi elektronik, dokumen kepemilikan, transaksi pembelian, serta keterangan saksi.

Bukan sebaliknya, menentukan seseorang terlebih dahulu lalu mencari bukti untuk membenarkan kesimpulan tersebut.

Di tengah berbagai temuan itu, masih ada satu bagian yang membuat perkara ini belum selesai. Sebuah ruangan lain disebut masih terkunci rapat. Dalam informasi yang beredar, konstruksinya bahkan digambarkan menyerupai bunker. Belum diketahui apa yang sebenarnya berada di balik pintu tersebut.

Spekulasi kemudian berkembang bahwa ruangan itu mungkin menyimpan barang dalam jumlah lebih besar. Namun sejauh belum dibuka dan diperiksa secara resmi, dugaan tersebut tetaplah dugaan.

Justru karena perkara ini telah menjadi perhatian publik, pembukaan ruangan semacam itu idealnya dilakukan secara prosedural dengan dokumentasi menyeluruh, disaksikan pihak terkait dan aparat, sehingga setiap barang yang ditemukan dapat langsung dicatat, difoto, diberi nomor barang bukti dan diamankan. Cara pembukaan ruangan sama pentingnya dengan apa yang nantinya ditemukan.

Di luar konflik antara pengurus lama dan baru, terdapat satu pertanyaan yang jauh lebih sederhana tetapi sulit diabaikan. Mengapa persenjataan dalam jumlah begitu besar disimpan di lingkungan pendidikan?

Kalaupun sebagian barang akhirnya terbukti legal dan digunakan untuk kegiatan olahraga menembak, masih diperlukan penjelasan mengenai alasan pemilihan sekolah sebagai tempat penyimpanan, standar keamanannya, mekanisme akses, serta apakah keberadaannya diketahui dan disetujui oleh pengelola sekolah. Apalagi sekolah tersebut menaungi anak-anak sejak TK, SD, SMP hingga SMA. (dw/htw)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bunkersenjata api
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kebakaran Bromo meluas di Blok Bantengan Senduro Lumajang

Kebakaran Bromo Meluas, Wisata Ditutup Total Tanpa Batas Waktu

Sekolah Islam Harapan Ibu di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Foto: harapanibu.sch.ac.id

Membuka Tabir Gudang Senjata di Sekolah Islam Harapan Ibu

Petugas Kantor Imigrasi Blitar melayani pemohon Pasporia

Pasporia Imigrasi Blitar Buka Layanan Paspor Akhir Pekan, Cek Jadwal dan Kuotanya

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In