Bacaini.ID, JAKARTA – Kasus bunker di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah ditemukan ruangan yang diduga bunker di kompleks sekolah swasta ternama di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, bersamaan dengan penemuan 995 unit senjata api. Sejumlah kasus sebelumnya menunjukkan bunker kerap digunakan sebagai fasilitas pendukung aktivitas kriminal, mulai dari terorisme hingga peredaran narkoba.
Berikut beberapa kasus di Indonesia yang melibatkan bunker sebagai tempat penyimpanan, persembunyian, atau fasilitas pendukung tindak pidana.
Kasus terorisme Jamaah Islamiyah Lampung tahun 2023
Densus 88 Antiteror menangkap enam anggota jaringan teroris di Lampung. Salah satu tersangka memiliki bunker yang difungsikan sebagai bengkel pembuatan senjata api rakitan. Selain bunker, polisi menemukan berbagai komponen senjata dan amunisi. Bunker tersebut menjadi bagian dari fasilitas produksi senjata bagi jaringan teroris.
Kampung narkoba Semampir, Surabaya tahun 2024
Polisi menggerebek jaringan peredaran sabu di Jalan Kunti, Semampir. Di rumah bandar ditemukan bunker bawah tanah yang digunakan untuk menyembunyikan sekitar 1 kilogram sabu, uang tunai lebih dari Rp230 juta, dan barang bukti lain agar sulit ditemukan saat penggerebekan.
Pola bunker dalam Kejahatan di Indonesia
Dari berbagai pengungkapan aparat kepolisian, bunker umumnya digunakan untuk menyembunyikan narkotika, menyimpan uang hasil kejahatan, menyembunyikan senjata api dan amunisi, menjadi bengkel atau tempat produksi senjata ilegal serta menyamarkan barang bukti agar sulit ditemukan saat penggeledahan.
Berbeda dengan beberapa negara yang memiliki bunker bawah tanah berukuran besar untuk markas organisasi kriminal, di Indonesia bunker yang terungkap umumnya berskala kecil hingga menengah dan digunakan tempat penyimpanan rahasia atau fasilitas pendukung aktivitas ilegal.
Sementara ruangan yang diduga bunker di kompleks sekolah swasta ternama di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kondisinya terkunci rapat. Belum diketahui pasti apakah terkait dengan penemuan 995 unit senjata api oleh petugas Wasendak (Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak) di salah satu ruangan Yayasan sekolah.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif




