Poin Penting:
- Wabah Cyclospora di Amerika Serikat meluas menjadi hampir 2.000 kasus di sembilan negara bagian, dengan 98 pasien menjalani perawatan di rumah sakit
- FDA menduga selada iceberg yang dipasok ke Taco Bell menjadi sumber penularan sehingga produk telah ditarik dari peredaran
- Cyclospora cayetanensis merupakan parasit penyebab infeksi saluran pencernaan yang memicu diare berkepanjangan dan gejalanya muncul 2–14 hari setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi
Bacaini.ID, AMERIKA SERIKAT – Wabah Cyclospora di Amerika Serikat terus meluas. Otoritas kesehatan menduga selada iceberg yang dipasok ke jaringan restoran menjadi sumber infeksi parasit hampir 2.000 orang di sembilan negara bagian.
BACA JUGA: WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Darurat Internasional
Dikutip dari Live Science berdasarkan pembaruan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), sedikitnya 1.947 orang dilaporkan terinfeksi setelah mengonsumsi makanan yang mengandung selada iceberg. Dari jumlah tersebut, 98 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit, namun hingga kini tidak ada laporan kematian.
Penyelidikan yang sebelumnya hanya mencakup lima negara bagian kini diperluas setelah ditemukan kasus tambahan di sejumlah wilayah lain. Kesembilan negara bagian yang terdampak meliputi Illinois, Indiana, Kansas, Kentucky, Michigan, Ohio, Oklahoma, Pennsylvania, dan West Virginia.
Selada Iceberg Diduga Menjadi Sumber Penularan
Dalam proses pelacakan epidemiologi, sebagian besar pasien melaporkan pernah makan di jaringan restoran cepat saji Taco Bell sebelum mengalami gejala. FDA menyatakan bahwa penyelidikan mengarah pada selada iceberg yang telah dipotong dan menjadi sumber paparan yang paling mungkin. Produk tersebut diketahui dipasok oleh Taylor Farms de Mexico, perusahaan yang memasok sayuran ke sejumlah jaringan restoran di Amerika Serikat.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Taco Bell menyatakan telah menghentikan penggunaan selada dari pemasok tersebut sejak 17 Juli 2026. Sementara Taylor Farms de Mexico juga menarik seluruh produk selada iceberg yang berasal dari wilayah Meksiko bagian tengah dari peredaran di pasar Amerika Serikat. Penarikan tersebut mencakup berbagai produk yang telah didistribusikan ke sejumlah negara bagian.
FDA mengimbau konsumen, restoran, maupun pengecer yang masih memiliki produk dalam daftar penarikan untuk tidak mengonsumsinya dan segera membuangnya.
Meski penarikan produk telah dilakukan, FDA memperingatkan jumlah kasus kemungkinan masih akan terus meningkat dalam beberapa pekan mendatang. Hal ini karena proses konfirmasi laboratorium dan penyelidikan epidemiologi membutuhkan waktu yang cukup lama.
Menurut FDA, diperlukan waktu hingga enam minggu bagi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bersama otoritas kesehatan negara bagian untuk memastikan apakah seseorang yang sakit merupakan bagian dari wabah yang sama. FDA menegaskan pihaknya akan terus bekerja sama dengan CDC dan dinas kesehatan di berbagai negara bagian untuk mengidentifikasi sumber kontaminasi serta memastikan seluruh produk yang terkait dengan wabah telah ditarik dari pasaran.
Apa Itu Cyclospora Cayetanensis?
Cyclospora cayetanensis merupakan parasit mikroskopis penyebab penyakit cyclosporiasis, infeksi saluran pencernaan yang umumnya menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi tinja manusia.
Berbeda dengan bakteri penyebab keracunan makanan, parasit ini tidak langsung menular dari orang ke orang. Telurnya memerlukan waktu beberapa hari hingga minggu di lingkungan sebelum menjadi infektif. Gejala biasanya muncul sekitar 2 hingga 14 hari setelah seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Keluhan yang paling sering dilaporkan meliputi diare berair berkepanjangan, kram perut, mual, kehilangan nafsu makan, kelelahan, penurunan berat badan, dan terkadang disertai demam ringan.
Sebelumnya, beberapa wabah Cyclospora di Amerika Serikat juga pernah dikaitkan dengan berbagai produk segar seperti ketumbar, basil, raspberry, dan sayuran hijau lainnya. Namun, untuk sejumlah wabah lain, sumber pasti kontaminasi masih dalam penyelidikan.
Otoritas kesehatan mengingatkan bahwa menjaga kebersihan pangan, termasuk memastikan sayuran berasal dari sumber yang aman dan diproses secara higienis, merupakan langkah penting untuk menekan risiko penularan penyakit bawaan makanan.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif
BACA JUGA: Warisan Feodalisme di Jawa Timur yang Bertahan, Ini Contohnya dan artikel lainnya di rubrik INTERNASIONAL




