Poin Penting:
- 47 pelajar di Tulungagung terjaring razia saat nongkrong di warkop pada jam sekolah
- Razia dilakukan Satpol PP bersama Dinas Pendidikan dan kepolisian berdasarkan aduan masyarakat
- Pelajar didata, dibina, dihukum nyanyi Indonesia Raya dan Pancasila, lalu ditindaklanjuti oleh pihak sekolah
Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Pelajar di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur dilarang nongkrong di warung kopi (warkop) pada saat jam sekolah. Sebanyak 47 pelajar yang sebagian besar siswa setingkat SMP terjaring razia Satpol PP pada Senin (5/6/2026), dan dihukum menyanyikan Indonesia Raya dan Pancasila di luar kepala.
BACA JUGA: Fenomena MBG, Dibenci Mahasiswa, Dicintai Pelajar Indonesia
Kasi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan (Binwasluh) Satpol PP Tulungagung Kabul Nurkuat menyebut razia rutin dilakukan bersama Dinas Pendidikan dan kepolisian. Total ada 47 pelajar yang terjaring saat nongkrong di warkop pada jam sekolah berlangsung.
“Razia di warung kopi ini dilakukan berdasarkan aduan dari masyarakat,” ujar Kabul Nurkuat kepada wartawan Senin (15/6/2026).
Razia yang digelar menyasar empat warkop di wilayah Kecamatan Kauman dan Pinka atau Pinggir Kali Lembupeteng wilayah kecamatan kota. 47 pelajar yang terjaring masih mengenakan seragam sekolah. Sebagian besar SMP dan beberapa lainnya SMA/SMK.
“Pelajar yang terjaring razia ada 47 orang. Ada yang masih SMP dan SMA sederajat. Mereka nongkrong di warung kopi menggunakan seragam saat jam sekolah,” ungkapnya.
BACAJUGA: Megawati Bicara soal Prabowo di Blitar: Saya Bukan Musuh Dia
Puluhan pelajar itu kemudian didata dan diberi pembinaan oleh petugas gabungan di tempat. Mereka diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Pancasila di luar kepala.
Adapun data para pelanggar disiplin diserahkan Dinas Pendidikan Tulungagung, yang selanjutnya memanggil pihak sekolah untuk menindaklanjuti muridnya yang terjaring razia. Pemilik warkop juga diimbau menegur pelajar agar tidak nongkrong saat jam sekolah.
“Selain melakukan pembinaan di tampat, kami juga melakukan pendataan pelajar yang terjaring razia,” jelasnya.
Penulis: Fikri
Editor: Solichan Arif
BACA JUGA Bubur Suro Nusantara: Tradisi Muharram Sasak dan Madura dan artikel lainnya di rubrik PLURAL




