• Login
Bacaini.id
Monday, June 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Biaya Marketplace Makin Tinggi, Seller Mulai Beralih ke Platform Lokal dan D2C

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
1 June 2026 20:42
Durasi baca: 4 menit
Seller online mengeluhkan potongan marketplace yang semakin tinggi dan mulai beralih ke platform lokal serta toko online mandiri

Seller online mulai mencari alternatif platform lokal dan toko online mandiri setelah biaya administrasi dan potongan marketplace dinilai semakin membebani keuntungan usaha (foto/magnific)

Poin Penting:

  • Seller Keluhkan Potongan Marketplace
  • Banyak Pelaku UMKM Mulai Beralih
  • Platform Lokal Jadi Alternatif

Bacaini.ID, KEDIRI – Biaya layanan dan potongan marketplace yang semakin tinggi menjadi sorotan para seller online. Di tengah tekanan terhadap margin keuntungan, sejumlah pelaku UMKM mulai melirik platform lokal, toko online mandiri, dan social commerce sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada marketplace besar.

Baca Juga:

  • Shoppertainment Meledak di Indonesia, Live Jualan Kocak Jadi Mesin Uang Baru

Sejak beberapa bulan terakhir para seller di platform besar seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop menyoroti akumulasi potongan yang kian agresif. Jika dihitung akumulatif total potongan total yang harus ditanggung seller berada di kisaran 15% hingga 30%, bahkan ada yang mengaku terpotong hingga 50% dari harga jual.

Bagi para pelaku usaha, kenaikan biaya layanan tidak dapat mereka hindari karena marketplace besar terbukti mampu menawarkan trafik pembeli yang massif, namun di sisi lain margin keuntungan bersih para seller terus tergerus.

Beberapa analis ekonomi digital menilai, perubahan ini sebagai konsekuensi logis dari berakhirnya era burning money (bakar uang). Platform raksasa kini dituntut untuk mengejar profitabilitas dan memperkuat keuangan mereka setelah sebelumnya jor-joran beriklan dan membangun branding.

Banyak pengusaha baik kecil maupun besar perlahan mulai berpindah dengan lebih fokus pada penjulan D2C (Direct-to-Consumer), berdagang langsung kepada konsumen secara mandiri, melalui akun media sosial, membangun website khusus, maupun memanfaatkan marketplace lokal.

Berikut tiga jalur alternatif lokal bagi seller untuk menghindari biaya layanan berlapis:

Platform SaaS (Sofware as a Service): Toko Online Mandiri

Melalui model ini, seller bisa membuat website resmi sendiri dengan mudah tanpa perlu keahlian coding. Daya tarik utamanya adalah tidak adanya sistem komisi persentase per transaksi. Seller hanya perlu membayar biaya langganan bulanan yang tetap, serta biaya gerbang pembayaran (payment gateway) yang sangat kecil, berkisar antara 2% hingga 3%.

Semua data digital pelanggan sepenuhnya menjadi milik seller, bukan menjadi milik platform pihak ketiga. Dua platform populer di Indonesia yang menyediakan layanan ini adalah Mekari Desty dan Sirclo.

Marketplace Hub dan Marketplace Niche Lokal

Platform marketplace lokal yang sedang naik daun seiring kegelisahan seller pada tingginya biaya layanan marketplace besar, toco.id. Platform ini mengusung jargon yang berani: 0% komisi penjualan, bebas biaya admin.

Baca Juga:

  • Wabup Blitar Optimistis Harga Telur Bisa Distabilkan, Peternak Rakyat Keluhkan Harga Anjlok
  • Bagikan 1 Juta Telur, Gaya Peternak Blitar Hadapi Harga Telur Anjlok

Platform ini menggabungkan model transaksi aman, sistem kurir otomatis dan Rekening Bersama (Rekber) khas e-commerce modern, namun dikemas dalam ekosistem iklan baris berbasis komunitas yang membebaskan seller dari potongan biaya transaksi harian.

Untuk penjual yang lebih spesifik, platform lokal yang bisa dicoba adalah Ralali (ralali.com). Platform ini khhusus untuk pasar B2B (Business-to-Business) yang menyasar produsen, distributor atau supplier grosir untuk transaksi volume besar, bukan ritel satuan.

Social Commerce dan Chat Commerce Lokal

Banyak transaksi lokal yang sebenarnya berakar dari komunikasi personal. Mengoptimalkan jalur ini tentu memangkas banyak biaya yang biasanya ada dalam marketplace. Yang paling populer digunakan oleh seller Indonesia adalah WhatsApp.

Sebagai pendukung, memanfaatkan media sosial sebagai etalase produk juga banyak dilakukan oleh seller. Seringkali, seller di TikTok mengarahkan pembelinya untuk bertransaksi melalui nomor WhatsApp untuk menghindari membengkaknya harga jual.

Kini, instagram pun juga lebih ramah seller dengan menampilkan ‘keranjang’ pada postingan seperti yang telah dilakukan oleh TikTok.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: biaya admin marketplacemarketplacePotongan marketplaceseller onlineUMKM
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Seller online mengeluhkan potongan marketplace yang semakin tinggi dan mulai beralih ke platform lokal serta toko online mandiri

Biaya Marketplace Makin Tinggi, Seller Mulai Beralih ke Platform Lokal dan D2C

Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah menemui peternak rakyat saat aksi pembagian 1 juta telur gratis di depan Kantor Pemkab Blitar

Wabup Blitar Optimistis Harga Telur Bisa Distabilkan, Peternak Rakyat Keluhkan Harga Anjlok

Peternak rakyat Blitar Raya membagikan telur ayam gratis dalam aksi protes harga telur anjlok di depan Kantor Pemkab Blitar

Bagikan 1 Juta Telur, Gaya Peternak Blitar Hadapi Harga Telur Anjlok

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In