Poin Penting:
- Ledakan petasan balon udara di Gandusari Blitar menewaskan satu warga dan melukai dua anak
- Petasan besar yang jatuh ke tanah tiba-tiba meledak saat dipegang korban
- Polisi masih menyelidiki balon udara dan petasan yang diduga dibuat sendiri oleh warga
Bacaini.ID, BLITAR – Ledakan petasan yang diterbangkan bersama balon udara di Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (27/5/2026), menewaskan seorang warga dan melukai dua anak-anak menjelang salat Idul Idha.
Baca Juga:
Insiden yang merenggut nyawa tersebut terjadi di area persawahan. Ketiga korban, yakni I (23), D (12) dan ADR (11), langsung dilarikan oleh warga ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar, dan I dinyatakan meninggal dunia.
“Korban meninggal dunia dalam perawatan,” ujar Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Saiful Muheni kepada wartawan Rabu (27/5/2026).
Petasan Besar Jatuh dan Meledak saat Dipegang
Keterangan saksi di lapangan, jumlah petasan yang diterbangkan bersama balon udara tersebut mencapai puluhan. Ada enam orang termasuk tiga korban yang bersama-sama menyulut petasan saat balon mulai terbang.
Baca Juga:
- Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?
- Puasa Arafah Hari Ini Bisa Hapus Dosa Setahun Lalu dan Akan Datang
Pada saat itu satu petasan berukuran besar terjatuh ke tanah dan kondisinya tidak meledak. Petasan tersebut oleh korban diambil dan dipegangi dan tidak disangka, tiba-tiba meledak. Tangan korban I mengalami luka serius serta luka bakar pada wajah dan perut.
Sementara kedua bocah yang berada di dekatnya mengalami luka ringan, yakni lecet pada bagian dagu dan jari tangan. Pada saat dilarikan ke rumah sakit, korban I dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Menurut Saiful Muheni, hasil penyelidikan sementara balon udara dan petasan buatan warga sendiri. “Saat ini masih didalami oleh Satreskrim Polres Blitar dengan meminta keterangan saksi,” pungkasnya.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif





