• Login
Bacaini.id
Friday, May 22, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ikan Kelelawar Bibir Merah dari Galapagos, Punya “Lipstik Alami” dan Berjalan di Dasar Laut

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
22 May 2026 13:45
Durasi baca: 3 menit
Ikan kelelawar bibir merah Ogcocephalus darwini berjalan di dasar laut perairan Galapagos dengan bibir merah menyala

Punya bibir merah menyala seperti memakai lipstik dan berjalan di dasar laut layaknya hewan berkaki empat, ikan kelelawar bibir merah dari Galapagos jadi salah satu fauna laut paling unik di dunia (foto/animal fact)

Poin Penting:

  • Ikan kelelawar bibir merah dari Galapagos memiliki ciri khas bibir merah menyala dan tubuh menyerupai kelelawar
  • Ikan ini bukan perenang andal dan lebih sering berjalan di dasar laut menggunakan sirip seperti kaki
  • Meski status konservasinya masih aman, perubahan iklim dan kerusakan habitat laut menjadi ancaman potensial

Bacaini.ID, KEDIRI – Ikan Kelelawar Bibir Merah (Ogcocephalus darwini) dari kepulauan Galapagos, Ekuador dan pesisir Peru menjadi salah satu binatang endemik yang mencuri perhatian dunia.

Baca Juga:

  • Ledakan Ikan Sapu-sapu Sibukkan Jakarta

Mendiami dasar laut, ikan Kelelawar Bibir Merah memiliki tampilan unik dengan siluet badan yang dianggap mirip kelelawar, dan tampilan wajah dengan ‘riasan menor’ seolah bersiap berangkat kondangan.

Fitur paling mencolok pada ikan ini adalah lipstik alami yang ia pakai: bibirnya merah merona. Ilmuwan menduga, warna mencolok pada bibir ikan ini membantu antar spesies saling mengenali satu sama lain, terutama sebagai daya tarik seksual selama musim kawin.

Tubuh mereka berbentuk pipih ke samping dengan kulit bertekstur kasar yang ditutupi duri-duri kecil sebagai pelindung alami. Dilihat dari atas, bentuk sirip dada mereka melebar menyerupai sayap kelelawar.

Saat menginjak dewasa, moncong ikan ini akan memanjang membentuk struktur seperti tanduk di dahi yang bernama illicium. Illicium berfungsi sebagai alat pancing untuk memikat mangsa. Ujung illicium dapat memancarkan cahaya atau sekadar digerak-gerakkan untuk menarik perhatian ikan kecil, udang atau kepiting agar mendekat ke mulut untuk langsung di ‘hap’.

Perenang Buruk, Lebih Suka Jalan di Dasar Laut

Ikan Kelelawar Bibir Merah merupakan perenang yang sangat buruk, mereka lebih sering berjalan dengan bantuan sirip. Sirip dada, sirip perut dan sirip anal pada ikan ini telah berevolusi menjadi struktur yang mirip kaki.

Baca Juga:

  • Pesona VW Klasik, si Retro Yang Tak Ramah BBM
  • Ching Shih, Mantan PSK yang Jadi Ratu Bajak Laut Terbesar di Dunia

Mereka menggerakkan sirip-sirip ini bergantian hingga seperti hewan berkaki empat yang berjalan. Berbentuk pipih, bibir dengan ‘gincu’ merah menyala, dan berjalan di dasar laut, menjadikan ikan kelelawar bibir merah sangat ikonik di peraiaran Galapagos.

Ikan ini menetas di laut lepas bersama ribuan telur lainnya dan sejak ‘kelahirannya’, mereka adalah makhluk mandiri tanpa asuhan induk. Saat masih berbentuk larva, mengapung di air dengan diam, berpura-pura mati, agar terhindar dari predator.

Setelah beberapa minggu, tubuhnya terbentuk, memipih, dan sirip-siripnya mengeras membentuk ‘kaki’. Fase kehidupan selanjutnya, mereka habiskan di dasar laut menjadi penghuni permanen yang tidak lagi berenang seperti lazimnya ikan.

Dengan ukuran tubuh yang bisa sepanjang 25 hingga 40 sentimeter, ikan kelelawar bibir merah mampu bertahan hidup hingga 9 sampai 12 tahun di alam liar. Mereka merupakan karnivora dasar laut, memangsa hewan-hewan yang lebih kecil dan bergerak lambat di dasar laut.

Hingga kini populasi ikan kelelawar bibir merah masih stabil dengan status konservasi Berisiko Rendah (Least Concern). Ikan kelelawar bibir merah tidak memiliki ancaman langsung. Namun, kenaikan suhu laut dan pemutihan karang dapat menjadi ancaman, karena akan mengubah habitat alami mereka dan dapat menyebabkan penurunan ketersediaan sumber makanan alami mereka. Industri perikanan dan perdagangan hewan peliharaan merupakan ancaman potensial lainnya bagi ikan ini.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: GalapagosIkan Kelelawar Bibir Merah
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ikan kelelawar bibir merah Ogcocephalus darwini berjalan di dasar laut perairan Galapagos dengan bibir merah menyala

Ikan Kelelawar Bibir Merah dari Galapagos, Punya “Lipstik Alami” dan Berjalan di Dasar Laut

Lokasi bus terguling di Tol Jombang-Mojokerto. Foto: bacaini/Syailendra

Sopir Mengantuk, Bus Terguling di Tol Jombang-Mojokerto

Pesona VW Klasik, si Retro Yang Tak Ramah BBM

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In