Poin Penting:
- PJT I menargetkan flushing Bendungan Wlingi dan Lodoyo mampu menggelontorkan 600 ribu meter kubik sedimen selama 18-23 Mei 2026
- Sedimentasi material vulkanis Gunung Kelud membuat kapasitas Bendungan Wlingi turun menjadi sekitar 43 persen dari kapasitas awal
- Masyarakat di Blitar, Tulungagung, dan Kediri diimbau menjauhi aliran Sungai Brantas karena peningkatan debit dan kekeruhan air selama flushing berlangsung
Bacaini.ID, BLITAR – Perum Jasa Tirta I (PJT I) mulai melakukan flushing Bendungan Wlingi dan Lodoyo di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dengan target menggelontorkan 600 ribu meter kubik sedimen ke Sungai Brantas selama 18-23 Mei 2026.
Baca Juga:
Selama 6 hari (18-23 Mei 2026) ratusan ribu meter kubik sedimen yang tergelontor tersebut diharapkan bisa mengisi bagian tengah dan hilir Sungai Brantas yang mengalami penurunan dasar sungai akibat aktivitas penambangan pasir.
“Target sedimen terkuras 600 ribu meter kubik, tergelontorkan ke hilir. Bendungan Wlingi 350 ribu meter kubik (Sisanya bendungan Lodoyo),” ujar Agung Nugroho DP Kepala Divisi Jasa Asa Wilayah Sungai Brantas Perum Jasa Tirta I kepada wartawan Senin (18/5/2026).
600 ribu meter kubik sedimen yang digelontorkan rutin setiap tahun tersebut sebagian besar berasal dari material Gunung Kelud. Sebelum dibangun bendungan, material dari wilayah Blitar dan Kediri langsung masuk ke aliran Sungai Brantas.
Material vulkanis yang juga mengakibatkan sedimentasi di sejumlah sabo dam tersebut membuat daya tampung bendungan Wlingi dan Lodoyo berkurang.
Baca Juga:
- Massa Tolak Samanhudi Anwar Jadi Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030
- Integritas Jadi Sorotan Jelang Pemilihan Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030
Menurut Agung, sedimentasi membuat kapasitas awal bendungan Wlingi 5,2 juta meter kubik air tinggal 43 persen atau sekitar 2,2 juta meter kubik. Sedangkan bendungan Lodoyo tinggal 46 persen.
Sementara fungsi dua bendungan tersebut untuk layanan PLTA dan irigasi Lodagung untuk 12.200 hektar di wilayah Kabupaten Blitar dan Tulungagung. Flushing yang berlangsung rutin tiap tahun itu juga bertujuan untuk pemeliharaan waduk.
“Program rutin ini agar air di waduk tetap bisa menjamin layanan PLTA dan irigasi,” pungkasnya.
Seperti diketahui flushing merupakan upaya PJT I melakukan pemeliharaan rutin dalam rangka menjaga keandalan infrastruktur sumber daya air, mengembalikan kapasitas tampungan waduk, serta memastikan kelestarian lingkungan di sekitar daerah aliran sungai.
Selama periode flushing berlangsung (18-23 Mei 2026), akan terjadi peningkatan debit dan kekeruhan air terutama pada ruas hilir Waduk Wlingi dan Lodoyo. Karenanya dilakukan penutupan sementara jalan akses lintas Bendungan Wlingi dan jalan akses lintas Bendung Lodoyo.
Perum Jasa Tirta I juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Blitar, Tulungagung dan Kediri untuk tidak beraktivitas di sekitar aliran Sungai Brantas. Diimbau menghindari kegiatan di bantaran sungai dan menjaga jarak aman dari aliran sungai mengingat potensi derasnya arus air.
Penulis: Solichan Arif





