Poin Penting:
- Presiden Prabowo meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk sebagai penghormatan terhadap perjuangan buruh Indonesia
- Marsinah sebelumnya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Prabowo pada 10 November 2025
- Museum dibangun di rumah masa kecil Marsinah dan menyimpan arsip serta barang pribadi aktivis buruh tersebut
Bacaini.ID, NGANJUK – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) dengan menyatakan merasa terhormat. Peresmian tersebut menjadi bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan Marsinah sebagai simbol gerakan buruh Indonesia.
Baca Juga:
Menyempatkan keliling Museum Marsinah untuk melihat jejak kehidupan dan barang peninggalan tokoh buruh yang tewas karena dibunuh tersebut, Prabowo mengatakan, peresmian Museum Marsinah bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh sekaligus pengingat sejarah gerakan pekerja di Indonesia.
“Bismillahirrahmanirrahim. Pada pagi hari ini, Sabtu, 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur,” ucap Prabowo dalam peresmian seperti dikutip dari Antara Sabtu (16/5/2026).
Peresmian diikuti dengan penandatangan prasasti oleh Presiden. Prabowo menyebut organisasi buruh sebelumnya mengusulkan nama Marsinah sebagai calon pahlawan nasional dan seluruh organisasi buruh menyepakati nama tersebut. Dia kemudian menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional.
Baca Juga:
- Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara
- Makan Pakai Tangan Bikin Lebih Tenang dan Nikmat, Ini Penjelasan Neuroscience
Penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto diketahui berlangsung pada 10 November 2025 lalu
“Saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai pahlawan nasional dan waktu itu mereka minta, Bapak harus resmikan Museum Marsinah di Nganjuk. Baik, saya datang,” kata Prabowo.
Museum Marsinah berdiri di kawasan rumah masa kecil Marsinah yang dirancang sebagai ruang memorial perjuangan buruh. Dilengkapi fasilitas rumah singgah bagi pekerja dari berbagai daerah, museum juga jadi tempat penyimpanan arsip dan barang pribadi Marsinah.
Semasa hidupnya Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang kemudian dibunuh pada Mei 1993 usai memimpin aksi pemogokan buruh untuk menuntut kenaikan upah di PT Catur Putra Surya, Sidoarjo, Jawa Timur.
Marsinah lahir 10 April 1969 di Desa Nglundo Kabupaten Nganjuk dan ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan pada 8 Mei 1993 di daerah Wilangan Kabupaten Nganjuk.
Pada tahun 1993 Marsinah menerima penghargaan Yap Thiam Hien, sebuah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Yap Thiam Hien kepada orang-orang yang telah berjasa dalam penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif





