• Login
Bacaini.id
Sunday, August 16, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tradisi Sinongkelan Trenggalek, Jejak Pelarian Susuhunan Paku Buwono II di Bedah Kartasura

ditulis oleh Solichan Arif
2 May 2026 12:42
Durasi baca: 3 menit
Tradisi Sinongkelan di Desa Prambon Trenggalek dengan pertunjukan Grebeg Sinokel

Pertunjukan Grebeg Sinokel memeriahkan tradisi Sinongkelan di Desa Prambon, Trenggalek, yang sarat nilai sejarah pelarian PB II (foto/Bacaini.id)

Poin Penting:

  • Tradisi Sinongkelan Trenggalek jadi warisan budaya sarat sejarah
  • Berkaitan dengan peristiwa besar Geger Pacinan
  • Wujud syukur dan pelestarian budaya lokal

Bacaini.ID, TRENGGALEK – Upacara adat Sinongkelan memeriahkan tradisi bersih desa di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Tradisi ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menyimpan jejak sejarah pelarian Susuhunan Paku Buwono II (PB II) pasca peristiwa Bedah Kartasura atau Geger Pecinan.

Sinongkelan merupakan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang ditetapkan pemerintah sejak 2019. Dalam folklore yang berkembang, Desa Prambon Trenggalek disebut sebagai salah satu tempat yang disinggahi PB II dalam pelariannya ke Ponorogo saat peristiwaGeger Pacinan.

Baca Juga:

  • Susis, Kisah Suami Takut Istri yang Pernah Menghebohkan Istana Raja Jawa

Ritual Sinongkelan yang digelar bersama tradisi bersih desa ini berlangsung rutin setiap bulan Selo pada penanggalan Jawa, dan jadi agenda tahunan yang sarat nilai sejarah.

Seksi Bidang Kebudayaan Karang Taruna Prambon, Arfirsta Brian Ramadhani, mengatakan Sinongkelan bentuk penghormatan kepada Kanjeng Sinokel atau Ki Ageng Suryo Lelono, tokoh lokal yang babat wilayah Prambon.

“Intinya untuk mengenang Kanjeng Sinokel sekaligus wujud syukur masyarakat atas rezeki dan hasil panen yang melimpah,” tutur Brian kepada wartawan Sabtu (2/5/2026).

Rangkaian kegiatan Sinongkelan dimeriahkan oleh pertunjukan drama tradisional bertajuk Grebeg Sinokel. Lakon yang ditampilkan khusus mengangkat kisah perjalanan dan perjuangan Kanjeng Sinokel.

Baca Juga:

  • Sejarah May Day di Indonesia: Ajaran Semaun tentang Persatuan Buruh

Menurut Brian istilah Sinongkelan berasal dari kata “disongkel” atau “dicongkel,” yakni menggambarkan raja Jawa atau yang dimaksud PB II melarikan diri dari keraton Surakarta.

Seperti diketahui PB II yang merupakan putra Amangkurat IV meninggalkan keraton setelah terjadi Geger Pacinan, pemberontakan orang-orang Tionghoa-Jawa yang dipimpin oleh Mas Garendi.

PB II yang dibantu VOC kalah, dan kabur ke Ponorogo. Tahtanya diduduki oleh Mas Garendi yang bergelar Amangkurat V dan juga dikenal dengan julukan Sunan Kuning.

Pelaksana Tugas Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Winardi Wahyu Kussubagyo, mengapresiasi pelaksanaan tradisi Sinongkelan.

Ia menilai Sinongkelan menjadi bukti kuat bahwa masyarakat masih memegang teguh nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Pemerintah daerah mendorong agar tradisi ini terus dilestarikan sebagai identitas budaya sekaligus potensi penguatan karakter masyarakat agraris yang guyub rukun.

“Ini menunjukkan masyarakat tetap menjaga jati diri sekaligus sebagai wujud syukur atas kesejahteraan, kesehatan, dan kerukunan,” katanya.

Penulis: Aby Kurniawan

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: bersih desaPaku Buwono IIPB IISEJARAHTradisi Sinongkelantrenggalek
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

5 rumpun khodam weton menurut primbon Jawa

5 Rumpun Khodam Weton Menurut Primbon Jawa, Cek Tuah dan Keberuntungannya

Penumpang KAI Daop 7 Madiun jelang HUT ke-81 RI

Jelang HUT ke-81 RI, Penumpang KAI Daop 7 Madiun Tembus 42.996 Orang

107 orang Indonesia terlantar di Jepang saat Proklamasi 1945

Saat Indonesia Merdeka, 107 Orang Indonesia Justru Terlantar di Jepang

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In