• Login
Bacaini.id
Saturday, May 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tradisi Sinongkelan Trenggalek, Jejak Pelarian Susuhunan Paku Buwono II di Bedah Kartasura

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
2 May 2026 12:42
Durasi baca: 3 menit
Tradisi Sinongkelan di Desa Prambon Trenggalek dengan pertunjukan Grebeg Sinokel

Pertunjukan Grebeg Sinokel memeriahkan tradisi Sinongkelan di Desa Prambon, Trenggalek, yang sarat nilai sejarah pelarian PB II (foto/Bacaini.id)

Poin Penting:

  • Tradisi Sinongkelan Trenggalek jadi warisan budaya sarat sejarah
  • Berkaitan dengan peristiwa besar Geger Pacinan
  • Wujud syukur dan pelestarian budaya lokal

Bacaini.ID, TRENGGALEK – Upacara adat Sinongkelan memeriahkan tradisi bersih desa di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Tradisi ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menyimpan jejak sejarah pelarian Susuhunan Paku Buwono II (PB II) pasca peristiwa Bedah Kartasura atau Geger Pecinan.

Sinongkelan merupakan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang ditetapkan pemerintah sejak 2019. Dalam folklore yang berkembang, Desa Prambon Trenggalek disebut sebagai salah satu tempat yang disinggahi PB II dalam pelariannya ke Ponorogo saat peristiwaGeger Pacinan.

Baca Juga:

  • Susis, Kisah Suami Takut Istri yang Pernah Menghebohkan Istana Raja Jawa

Ritual Sinongkelan yang digelar bersama tradisi bersih desa ini berlangsung rutin setiap bulan Selo pada penanggalan Jawa, dan jadi agenda tahunan yang sarat nilai sejarah.

Seksi Bidang Kebudayaan Karang Taruna Prambon, Arfirsta Brian Ramadhani, mengatakan Sinongkelan bentuk penghormatan kepada Kanjeng Sinokel atau Ki Ageng Suryo Lelono, tokoh lokal yang babat wilayah Prambon.

“Intinya untuk mengenang Kanjeng Sinokel sekaligus wujud syukur masyarakat atas rezeki dan hasil panen yang melimpah,” tutur Brian kepada wartawan Sabtu (2/5/2026).

Rangkaian kegiatan Sinongkelan dimeriahkan oleh pertunjukan drama tradisional bertajuk Grebeg Sinokel. Lakon yang ditampilkan khusus mengangkat kisah perjalanan dan perjuangan Kanjeng Sinokel.

Baca Juga:

  • Sejarah May Day di Indonesia: Ajaran Semaun tentang Persatuan Buruh

Menurut Brian istilah Sinongkelan berasal dari kata “disongkel” atau “dicongkel,” yakni menggambarkan raja Jawa atau yang dimaksud PB II melarikan diri dari keraton Surakarta.

Seperti diketahui PB II yang merupakan putra Amangkurat IV meninggalkan keraton setelah terjadi Geger Pacinan, pemberontakan orang-orang Tionghoa-Jawa yang dipimpin oleh Mas Garendi.

PB II yang dibantu VOC kalah, dan kabur ke Ponorogo. Tahtanya diduduki oleh Mas Garendi yang bergelar Amangkurat V dan juga dikenal dengan julukan Sunan Kuning.

Pelaksana Tugas Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Winardi Wahyu Kussubagyo, mengapresiasi pelaksanaan tradisi Sinongkelan.

Ia menilai Sinongkelan menjadi bukti kuat bahwa masyarakat masih memegang teguh nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Pemerintah daerah mendorong agar tradisi ini terus dilestarikan sebagai identitas budaya sekaligus potensi penguatan karakter masyarakat agraris yang guyub rukun.

“Ini menunjukkan masyarakat tetap menjaga jati diri sekaligus sebagai wujud syukur atas kesejahteraan, kesehatan, dan kerukunan,” katanya.

Penulis: Aby Kurniawan

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: bersih desaPaku Buwono IIPB IISEJARAHTradisi Sinongkelantrenggalek
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tradisi Sinongkelan di Desa Prambon Trenggalek dengan pertunjukan Grebeg Sinokel

Tradisi Sinongkelan Trenggalek, Jejak Pelarian Susuhunan Paku Buwono II di Bedah Kartasura

Penumpang menikmati fasilitas lounge di Stasiun Madiun dengan layanan transportasi terintegrasi dari KAI Daop 7

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

Semaun tokoh gerakan buruh Indonesia

Sejarah May Day di Indonesia: Ajaran Semaun tentang Persatuan Buruh

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah May Day di Indonesia: Ajaran Semaun tentang Persatuan Buruh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In