Poin Penting:
- Pemkot Blitar menyiapkan Perwali baru untuk memperluas ruang dan spot jualan bagi 18 ribu lebih UMKM dan PKL.
- Sejumlah lokasi strategis seperti Jalan Merdeka, Taman Kebonrojo, Jalan Ir Soekarno hingga kawasan Makam Bung Karno berpeluang dikembangkan.
- Konsep Kota Blitar 24 jam akan didorong melalui aktivitas ekonomi dan kuliner, terutama pada malam hingga pagi hari.
Bacaini.ID, BLITAR – Pemerintah Kota Blitar ancang-ancang memperbesar ruang ekonomi kerakyatan untuk 18 ribu lebih UMKM dan Pedagang Kaki Lima (PKL). Melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) baru, Pemkot Blitar menyiapkan lebih banyak spot jualan strategis sekaligus mendorong tumbuhnya kawasan kuliner yang dapat beraktivitas hingga 24 jam. Di antaranya di Jalan Ir Soekarno dan kawasan Pasar Legi.
Menurut Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, sejumlah spot atau tempat-tempat yang menurut pandangan PKL dan UMKM Kota Blitar strategis atau potensial untuk jualan, namun dilarang oleh Perwali lama, akan dibebaskan. Termasuk lokasi di sekitar Taman Kebonrojo dan Jalan Merdeka. Dengan Perwali baru ruang ekonomi kerakyatan Kota Blitar, diperbesar.
“Usulan dari para pedagang, semua yang potensial (spot) diperbolehkan dengan ketentuan, memperhatikan kerapian dan jam,” ujar Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau akrab disapa Mas Ibin usai bertemu dengan asosiasi dan paguyuban pedagang Kota Blitar Rabu (30/9/2026).
Masukan para perwakilan asosiasi dan paguyuban pedagang kaki lima Kota Blitar lebih banyak soal rumusan tempat atau spot-spot baru untuk jualan. Spot jualan UMKM Blitar dan spot jualan PKL. Mereka meminta tempat-tempat yang di Perwali lama dilarang, untuk diubah. Misalnya area Jalan Merdeka. Meski dilarang, dalam praktiknya banyak yang potensial dagang.
Masukan-masukan tersebut, kata Mas Ibin akan menjadi bagian dari materi Perwali baru yang saat ini tengah digodok. Termasuk soal kerapian dan jam jualan menjadi perhatian penting. Keberadaan UMKM dan PKL dipastikan tidak akan mengganggu lalu lintas dan aktifitas pertokoan.
“Kami mendengar masukan dari temen-temen (UMKM dan PKL). Semua masukan bagus-bagus akan kita jadikan materi dalam rangka pembuatan peraturan wali kota tentang akses-akses atau area yang boleh digunakan untuk berdagang dan ketentuannya seperti apa,” jelas Mas Ibin.
Pemkot Blitar Siapkan Konsep Kota 24 Jam
Membuka Kota Blitar 24 jam diketahui menjadi bagian dari agenda utama dari Perwali baru. Mas Ibin menyebut salah satunya di kawasan Jalan Ir Soekarno. Gambarannya akan muncul para pedagang kuliner yang buka mulai malam hingga pagi hari. Dengan demikian mereka akan mengambil seluruh peluang potensi pasar.
Mas Ibin berharap dalam kegiatan ekonomi kerakyatan tersebut juga diimbangi dengan inovasi. Sehingga produk yang dijajakan lebih variatif. Kemudian juga meluaskan pasar untuk masyarakat sekitar Blitar Raya. Sehingga tidak hanya melayani pengunjung jarak jauh, seperti yang berjalan selama ini.
“Beberapa tempat akan mulai kita highlight untuk menjadi tempat-tempat strategis dalam rangka membuka Kota Blitar 24 jam,” jelasnya.
Mas Ibin juga menyinggung soal jumlah PKL dan UMKM di Kota Blitar yang berjumlah 18 ribu lebih. Dari jumlah tersebut mayoritas bergerak di bidang jasa perdagangan. Saat ini hampir semuanya membutuhkan fasilitas dari pemerintah, termasuk yang selama ini menggeluti perdagangan ekspor, karena situasi ekonomi yang lesu.
Pemkot Blitar telah berkomunikasi dengan kementerian terkait agar dibantu dalam promosi dan pemasaran, khususnya yang terkait ekspor. Selain itu semua yang saat ini menjadi kendala dalam pengembangan pasar dan penataan UMKM dan PKL Kota Blitar segera ditangani. Mas Ibin bertekad menjadikan Kota Blitar 24 jam yang nyaman, aman dan banyak pengunjung.
“Dan ini untuk semua UMKM, tidak hanya kuliner. Fokusnya memang penataan area dan perlu diramaikan,” paparnya.
Andri, perwakilan Paguyuban PKL Kawulo Alit Kota Blitar mengaku senang dengan adanya Perwali baru yang akan memberikan spot jualan lebih luas untuk UMKM dan PKL di Kota Blitar. Terutama bagi mereka yang belum memiliki tempat strategis untuk jualan, akan berpeluang lebih baik. Dalam pertemuan tersebut, pelaku UMKM dan PKL bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung.
“Harapannya ekonomi di Kota Blitar semakin tumbuh. Spot-spot yang bagus itu kita bisa menempati,” ujar Andri. (sa/edt)




