• Login
Bacaini.id
Thursday, April 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
29 April 2026 23:02
Durasi baca: 4 menit
Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

Perhiasan red ruby yang dikenakan Maia Estianty dalam pernikahan El Rumi menjadi sorotan karena nilai dan makna filosofisnya (foto/ist)

Poin Penting:

  • Perhiasan red ruby Maia Estianty di pernikahan El Rumi ditaksir bernilai hingga Rp6 miliar dan viral di media sosial
  • Ruby merah merupakan mineral korundum bernilai tinggi yang populer dalam dunia fashion dan gemologi
  • Dalam tradisi Nusantara, merah delima dipercaya sebagai mustika yang memiliki makna spiritual, mitos, dan kekuatan simbolik

Bacaini.ID, KEDIRI – Perhiasan red ruby yang dikenakan Maia Estianty dalam pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju pada Minggu (26/4) menjadi sorotan publik. Selain ditaksir bernilai hingga Rp6 miliar, batu merah tersebut juga memunculkan kembali perbincangan tentang makna merah delima dalam tradisi Nusantara yang sarat mitos dan filosofi.

Baca Juga:

  • Legenda Nyi Blorong, Wanita Cantik Bersisik Pemberi Pesugihan

Ruby merah dalam dunia gemologi merupakan mineral korundum bernilai tinggi yang populer dengan warna merahnya yang dihasilkan unsur kromium. Dalam dunia fashion, sebagai perhiasan, ruby merah dikenal luas sebagai salah satu permata paling berharga di dunia yang nilainya tidak kalah dari berlian.

Dalam tradisi Nusantara, batu merah seperti ruby ini lebih dari sekadar perhiasan. Berbeda dengan ruby yang ditambang dan diperjual belikan sebagai perhiasan prestisius, batu ruby merah atau merah delima dalam budaya Nusantara kerap dikaitkan dengan mustika: benda yang dipercaya memiliki makna dan ‘energi’ tertentu.

Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

Di Nusantara, batu ruby merah lebih dikenal dengan sebutan Merah Delima atau Mirah Delima. Mitos yang menyertai batu ini kental dengan unsur mistis, dan diyakini ia bisa ‘memilih’ sendiri pemiliknya.

Sebagian orang percaya air yang dicelupi Merah Delima memiliki khasiat penyembuhan untuk berbagai penyakit, mulai dari sakir fisik hingga gangguan spiritual. Ini sejalan dengan ajaran Ayurveda di India dan terapi kristal modern yang memanfaatkan ruby merah untuk kesehatan.

Baca Juga:

  • Profil Letda Mohammad Bintang Revolusi, Perwira Muda Asal Blitar Pimpin Yel-Yel Pembaretan Kopassus 2026

Berbeda dengan ruby merah sebagai batu permata yang ditambang dan digunakan untuk perhiasan, merah delima dalam tradisi Nusantara sering dikaitkan dengan dunia spiritual. Merah delima, dianggap sebagai ‘mustika’ yang lazimnya diperoleh dari hasil laku spiritual.

Untuk mendapatkannya, bisa dari beberapa cara seperti menjalani tirakat, menemukan atau mencarinya di tempat yang dianggap wingit, atau bahkan muncul secara tak terduga. Merah delima diyakini hadir ketika seseorang dianggap siap secara batin.

Dalam filosofi Jawa, warna merah berhubungan dengan unsur api dan darah, dua hal yang melambangkan vitalitas, kekuatan dan keberanian. Karenanya, batu berwarna merah termasuk ruby ini, kemudian diasosiasikan dengan kewibawaan, perlindungan dan kekuatan batin.

Berikut beberapa mitos tentang merah delima:

  • Kemampuan batu merah delima untuk mengubah warna air menjadi merah saat dicelupkan batu ini. Konon, merah delima yang asli dan memiliki tuah, mampu membuat warna air pada tujuh gelas yang dijajarkan menjadi merah, hanya dengan cara mencelupkan batu merah delima pada gelas pertama.
  • Merah delima merupakan benda pusaka yang ‘memilih’ sendiri pemiliknya. Batu ini diyakini bisa hadir sendiri pada orang yang sedang ‘laku’ spiritual maupun hilang sendiri jika pemiliknya tidak lagi dianggap layak atau melakukan pelanggaran moral.
  • Salah satu mitos yang paling populer berhubungan dengan tokoh adalah legenda urban yang menyebutkan bahwa Presiden Soekarno memiliki cincin merah delima yang sangat sakti. Batu tersebut konon memberi aura kewibawaan luar biasa dan perlindungan. Namun, dalam legenda tersebut diceritakan bahwa merah delima Bung Karno ‘pergi’ sesaat sebelum beliau lengser dari kekuasaan.
  • Batu merah delima sering dianggap sebagai jimat perlindungan dari serangan fisik maupun ilmu hitam. Pemiliknya dipercaya akan memiliki firasat kuat terhadap bahaya yang akan datang.
  • Batu merah delima juga diyakini memiliki khasiat penyembuhan.

Meskipun secara fisik dan sains merah delima merupakan batu ruby (mineral korundum), dalam budaya lokal ia tetap dipandang sebagai simbol status, kekuatan spiritual dan keberuntungan yang legendaris.  

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: maia estiantyMerah delimamitosmitos nusantarared ruby
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

ETLE Handheld Tulungagung tilang elektronik menggunakan smartphone polisi

ETLE Handheld Berlaku di Tulungagung, Polisi Tilang Pelanggar Pakai Smartphone

Ilustrasi bayi tidur. Foto: unsplash

Begini Cara Menidurkan Anak Tanpa Diikat Seperti Daycare Yogyakarta

  • Aktivis PMII Blitar Raya dampingi warga terdampak limbah

    Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Letda Mohammad Bintang Revolusi, Perwira Muda Asal Blitar Pimpin Yel-Yel Pembaretan Kopassus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In