• Login
Bacaini.id
Thursday, June 18, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Di Balik Penghargaan, Ada Kerja Panjang Menekan Kemiskinan Ala Bupati Jember

ditulis oleh Redaksi
21 April 2026 18:43
Durasi baca: 2 menit

Bacaini.ID, JEMBER – Ada satu hal yang terus diulang Bupati Jember Muhammad Fawait: data. Dari situlah semua kebijakan dimulai. Dari situ pula, ia percaya angka kemiskinan bisa ditekan, bukan sekadar ditargetkan.

Penghargaan datang di tengah proses yang belum selesai. Dalam peringatan 20 tahun Beritajatim.com di Surabaya, Selasa (21/4/2026), Bupati Jember Muhammad Fawait menerima apresiasi sebagai tokoh penguat demokrasi di bidang pengentasan kemiskinan berbasis percepatan pembangunan.

Namun bagi Bupati Fawait, penghargaan itu bukan garis akhir. Ia justru melihatnya sebagai penanda bahwa kerja-kerja yang dilakukan selama ini berada di jalur yang tepat meski masih jauh dari cukup.

Yang ia maksud kerja-kerja itu adalah proses yang mungkin terlihat sederhana yakni seperti memeriksa ulang data warga miskin, langsung di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Jember mengerahkan aparatur sipil negara lintas sektor, dari guru hingga tenaga kesehatan untuk memastikan data yang dimiliki benar-benar akurat.

“Penghargaan ini untuk teman-teman ASN yang turun langsung. Mereka yang memastikan data itu valid,” ujarnya.

Bagi Fawait, validitas data bukan sekadar urusan administratif. Ia menyebutnya sebagai fondasi kebijakan. Tanpa data yang presisi, intervensi pemerintah berisiko meleset dan tidak menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kerja kolektif lintas sektor. Semua bergerak dalam satu arah: memastikan data kemiskinan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Semua harus terlibat. Karena dari data itulah kita menentukan langkah,” katanya.

Bupati Fawait juga mengingatkan, kemiskinan bukan persoalan tunggal. Ia erat dengan banyak isu lain, mulai dari stunting hingga kematian ibu dan bayi, bahkan kriminalitas.

Di titik itu, Bupati Fawait melihat pengentasan kemiskinan bukan sekadar program pemerintah, melainkan upaya menyelesaikan akar dari berbagai persoalan sosial.

“Tantangannya bukan kecil. Tapi harus kita hadapi bersama,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Jember sebenarnya mencatat capaian pada 2025. Penurunan angka kemiskinan di daerah itu disebut menjadi salah satu yang terbaik di Jawa Timur, khususnya kawasan Tapal Kuda.

Namun Bupati Fawait tidak ingin berpuas diri. Angka itu, menurutnya, belum cukup menjawab persoalan yang ada. Target berikutnya lebih konkret: menekan angka kemiskinan absolut hingga di bawah 200 ribu jiwa. Sebuah angka yang selama satu dekade terakhir belum berhasil ditembus.

“Selama 10 tahun, angkanya masih di atas 200 ribu. Itu yang ingin kita ubah,” katanya.

Untuk menuju ke sana, strategi disusun berlapis. Mulai dari langkah jangka pendek hingga perencanaan jangka panjang.

Fokusnya tetap sama yakni berupa ketepatan data dan integrasi program agar setiap intervensi tidak berjalan sendiri-sendiri.

Di tengah berbagai target itu, satu hal yang terus dipegang Bupati Fawait adalah konsistensi. Bahwa kerja menurunkan kemiskinan tidak bisa instan, tetapi harus dijalankan dengan arah yang jelas.
“Yang penting kita tahu datanya, tahu masalahnya, dan tidak berhenti bekerja,” ujarnya.(meg/ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi pengguna media sosial terjebak rabbit hole algoritma dan konten ekstrem di layar ponsel

Rabbit Hole Algoritma Media Sosial: Tragedi Remaja Italia Bongkar Cara AI Manipulasi Pikiran

Ilustrasi tampilan media sosial dan simbol algoritma digital

Algoritma Media Sosial Digugat, Seorang Ibu Tuntut Meta dan Tiktok usai Anak Bunuh Diri

Forum Majelis Kaum Muda NU Mataraman di Ndalem Ageng Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo membahas Maklumat 26 jelang Munas-Konbes NU 2026

Maklumat 26 KMNU Diluncurkan Jelang Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Kediri, ini Isinya

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In