Bacaini.ID, KEDIRI — Tanaman andong merah (Cordyline fruticosa) merupakan salah satu tanaman obat keluarga (TOGA) yang efektif untuk menangani berbagai masalah pendarahan dan peradangan.
Khasiat Andong tercatat dalam catatan farmakologi dan etnobotani. Dalam Atlas Tumbuhan Obat Indonesia karya Dr. Setiawan Dalimartha, tanaman Andong disebut mengandung senyawa utama berupa Saponin, Tanin, dan Flavonoid.
Tanin bekerja sebagai astringen yang mampu menciutkan jaringan dan pembuluh darah. Flavonoid berfungsi antioksidan untuk melawan radikal bebas. Sementara Polifenol berperan aktif sebagai agen anti-inflamasi yang menekan peradangan di dalam tubuh.
Andong merah di Indonesia diketahui bukan hanya tanaman hias maupun berfungsi spiritual, namun juga sebagai obat. Berikut manfaat kesehatan tanaman Andong dari akar, daun, dan bunga.
Baca Juga:
- Andong Merah, Tanaman Penghubung Niskala yang Dipercaya Masyarakat Nusantara
- Profil Kelor, Tanaman Ajaib yang Digadang-gadang Gantikan Susu Program Makan Gratis
Menghentikan Pendarahan Luar dan Dalam
Salah satu manfaat kesehatan paling krusial dari Andong adalah kemampuannya dalam mengontrol pendarahan.
Berbagai praktik pengobatan tradisional menunjukkan bahwa Andong merupakan solusi alami untuk masalah hemoragi, pendarahan.
Untuk mengatasi pendarahan, daun andong merah dikenal efektif. Daun andong merah secara tradisional digunakan untuk menghentikan pendarahan luar (luka) maupun dalam, seperti mimisan, batuk berdarah, dan wasir berdarah.
Berdasarkan kandungan kimianya, daun andong merah bekerja melalui beberapa cara. Kandungan tanin di daun andong yang tinggi berfungsi sebagai astringen (penciutan) yang menyebabkan jaringan mengerut, membantu menutup pori-pori kulit, dan mempercepat penutupan pembuluh darah yang rusak.
Senyawa aktif di dalamnya juga diyakini dapat memicu penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) dan mempercepat proses pembekuan darah. Kandungan saponinnya, membantu memicu pembentukan kolagen yang sangat penting dalam proses penutupan dan penyembuhan luka.
Sementara zat flavonoid dan polifenol yang terkandung di dalamnya dapat membantu meredakan bengkak dan nyeri yang menyertai pendarahan. Jenis pendarahan luar yang dapat diatasi dengan daun andong misalnya luka gores atau iris, luka bakar ringan maupun luka akibat benda tajam.
Berikut pendarahan dalam ringan yang dapat diatasi dengan daun andong:
• Wasir berdarah dengan membantu mengecilkan pembuluh darah yang pecah di area dubur.
• Mimisan dengan membantu membekukan darah di pembuluh kapiler hidung.
• Masalah menstruasi. Mengatasi darah haid yang keluar berlebihan.
• Pendarahan saluran cerna. Membantu penderita urine berdarah, diare berdarah (disentri), hingga batuk berdarah (TBC ringan).
Untuk pendarahan luar, daun andong dimanfaatkan dengan cara ditumbuk halus dan dioleskan pada luka. Sementara untuk pendarahan dalam, daun andong direbus dan diminum secara rutin.
Meredakan Gangguan Pernapasan
Daun andong merah juga dikenal secara tradisional untuk membantu meredakan berbagai gangguan pernapasan, terutama yang berkaitan dengan peradangan dan infeksi pada saluran napas.
Sifat hemostatik (penghenti pendarahan) pada andong sangat efektif membantu mengatasi batuk yang disertai bercak darah, seperti pada kasus peradangan paru-paru ringan atau gejala penyerta TBC.
Meskipun demikian, menggunakan daun andong bukanlah pengganti obat medis utama untuk TBC. Selain itu beberapa masalah pernapasan yang dapat menggunakan daun andong di antaranya:
• Sesak napas dan asma. Di beberapa tradisi, rebusan daun andong digunakan untuk melegakan saluran pernapasan yang menyempit akibat asma atau alergi.
• Meredakan radang tenggorokan. Kandungan anti-inflamasi daun andong, dapat membantu mengurangi pembengkakan di tenggorokan, suara serak, dan rasa nyeri saat menelan.
Untuk masalah pernapasan, daun andong yang direbus dapat dikonsumsi secara rutin selagi hangat.
Manfaat Untuk Kesehatan Payudara
Andong dikenal juga baik bagi kesehatan kewanitaan. Selain untuk mengatasi masalah menstruasi, tanaman Andong juga dikenal bermanfaat untuk kesehatan payudara.
• Mengatasi radang kelenjar susu atau mastitis. Mastitis merupakan peradangan pada jaringan payudara yang sering dialami ibu menyusui, biasanya ditandai dengan payudara bengkak, merah, dan nyeri.
Kandungan saponin dan flavonoid dalam daun andong merah bersifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengempiskan bengkak dan mengurangi rasa nyeri.
Caranya dengan menumbuk beberapa lembar daun andong merah yang sudah dibersihkan, kemudian ditempelkan atau kompres pada bagian payudara yang bengkak atau nyeri.
• Efek mengencangkan payudara. Meskipun belum ada studi klinis modern yang kuat, secara tradisional tumbukan daun andong sering digunakan sebagai masker payudara karena efek astringen (menciutkan pori/jaringan) dari zat taninnya, yang dipercaya dapat membantu menjaga kekencangan kulit di area tersebut.
Selain manfaat di atas, tanaman Andong juga dikenal membantu mengatasi masalah pencernaan. Secara tradisional, Andong seringkali digunakan untuk mengatasi disentri.
Andong juga dikenal memiliki efek diuretik, yaitu kemampuan untuk melancarkan pembuangan urine. Berdasarkan catatan medis tradisional, bagian bunga dan akar Andong sering direbus untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan buang air kecil atau infeksi saluran kemih ringan.
Proses diuresis ini membantu tubuh membuang kelebihan garam dan racun melalui urine. Dengan saluran kemih yang bersih, risiko pembentukan batu ginjal atau infeksi bakteri pada kandung kemih dapat diminimalisir.
Namun, para ahli tetap menyarankan agar konsumsi rebusan ini diimbangi dengan asupan air putih yang cukup untuk menjaga keseimbangan elektrolit.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





