• Login
Bacaini.id
Tuesday, March 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sensasi Bunda Harum Viral! Gaya Glamor Istri Rudy Mas’ud Disebut Bak Noni Belanda

Penampilan glamor Bunda Harum saat berbagi bantuan memicu perdebatan di media sosial, dari tren old money aesthetic hingga sensitivitas sejarah kolonial

ditulis oleh Editor
1 March 2026 17:14
Durasi baca: 3 menit
Bunda Harum mengenakan topi lebar dan kalung mutiara bergaya vintage saat kegiatan sosial

Bunda Harum tampil glamor dengan gaya vintage yang disebut warganet mirip noni Belanda (foto/AI/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI — Syarifah Suraidah Abidien Harum, istri dari Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mendadak viral di media sosial karena gaya busananya yang disebut warganet serupa Noni Belanda.

Salah satu video yang menjadi sorotan adalah saat Bunda Harum, nama sapaannya, sedang berbagi bantuan kepada warga. Penampilannya yang glamor di tengah kegiatan sosial memantik respon warganet, sebagian di antaranya mengaitkan dengan estetika kolonial masa lalu.

Topi lebar bergaya Eropa klasik, kalung mutiara berlapis, beberapa kali juga terlihat menggunakan payung ‘cantik’, serta gaun panjang dengan siluet vintage mengingatkan orang pada penampilan noni-noni Belanda di masa penjajahan.

Indonesia memiliki sejarah kolonial yang panjang, dan memori kolektif tentang masa itu masih hidup dalam imajinasi visual masyarakat. Ketika elemen fashion yang mengingatkan pada aristokrasi Eropa awal abad 20 muncul di ruang publik Indonesia, respon masyarakat pun tak terelakkan.

Baca Juga:

  • Gaya Ngortis ala CORTIS: Berantakan, Rebel, tapi Jadi Tren Fashion 2026
  • Model Gamis Rompi Lepas Jadi Tren Baju Lebaran 2026

Edwardian Style: Gaya Bangsawan Eropa Awal Abad ke-20

Melihat gaya busana Bunda Harum, warganet seperti diingatkan pada gaya busana aristokrat Eropa. Elemen paling kuat adalah topi lebar (wide-brim hat), yang secara historis populer pada era Edwardian (awal 1900-an).

Topi seperti ini lazim digunakan dalam garden party aristokrat Eropa dan menjadi simbol status sosial kelas atas.

Kalung mutiara berlapis juga bukan aksesori sembarangan. Dalam sejarah fashion Barat, mutiara identik dengan aristocratic femininity dan old money aesthetic.

Coco Chanel pada awal abad ke-20 bahkan mempopulerkan mutiara sebagai simbol elegansi klasik.
Gaun panjang dengan siluet fitted di bagian atas dan volume di bagian bawah semakin memperkuat kesan gaya Edwardian.

Potongan pinggang yang tegas membentuk hourglass silhouette, ciri khas busana perempuan Eropa era tersebut. Gaya seperti ini bukanlah sesuatu yang asing dalam beberapa tahun terakhir.

Busana dengan sentuhan vintage menjadi tren seperti tren ‘old money aesthetic’, ‘vintage revival’, hingga ‘indische style’ yang memberi kesan romantis dengan permainan renda-renda.

Artinya, secara global, gaya ini adalah tren. Namun di Indonesia, konteks sejarah membuatnya dibaca berbeda. Indonesia sebagai negara bekas jajahan, simbol visual tertentu kerap memicu sensitivitas historis.

Fashion Statement dan Citra Pejabat Publik

Sosiolog Prancis Pierre Bourdieu dalam teorinya tentang distinction menjelaskan bahwa selera, termasuk selera berpakaian, bukan sekadar preferensi pribadi, namun juga penanda kelas sosial dan identitas budaya. Busana menjadi alat komunikasi nonverbal.

Di ruang publik Indonesia, terutama dalam acara sosial atau kenegaraan, ada ekspektasi tidak tertulis tentang representasi budaya. Batik, kebaya, busana muslim modern, atau busana formal nasional dianggap sebagai simbol yang lebih ‘aman’ secara kultural.

Ketika gaya Eropa klasik muncul, publik tidak membacanya hanya sebagai tren, namun sebagai simbol yang memiliki resonansi sejarah. Fashion berubah menjadi wacana sosial.

Topi aristokrat Eropa dan mutiara mungkin hanya elemen fashion di Paris atau London, namun di Indonesia, ia bisa memicu asosiasi kolonial.

Dalam praktik komunikasi politik, fashion kerap digunakan untuk membangun citra diri di ruang publik. Fashion menjadi pernyataan sikap tentang bagaimana ia ingin dipandang masyarakat.

Itulah sebabnya istilah ‘noni Belanda’ muncul spontan di media sosial. Bukan semata-mata karena detail teknis busana, melainkan karena asosiasi historis yang melekat.

Di sisi lain, tren vintage dan old money aesthetic memang tengah populer secara global dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, pembacaan publik bisa berbeda-beda, tergantung pada perspektif sejarah dan preferensi estetika masing-masing.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: bunda harum
Via: sensasi noni belanda
Tags: Bunda HarumGubernur Kaltimmedia sosialNoni BelandaRudy Mas'udsensasiViral
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat refleksi 1 tahun pemerintahan di Monumen PETA tanpa kehadiran Wakil Wali Kota

Tanpa Wawali Blitar, Mas Ibin ‘Pamer’ 70 Prestasi di Refleksi 1 Tahun

Puluhan disabilitas geruduk Kantor Dinsos Tulungagung memprotes bansos BPNT dan PKH yang tidak cair

Puluhan Disabilitas Geruduk Dinsos Tulungagung, Bansos BPNT dan PKH Mandek Hingga Setahun

Kalender Maret 2026 menampilkan jadwal libur sekolah Lebaran mulai 16–27 Maret, termasuk libur nasional Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri serta rangkaian cuti bersama

Libur Sekolah Lebaran 2026 Dimulai 16 Maret, Cek Rangkaian Cuti Bersama dan Libur Nasional

  • Bkami GM. Foto: istimewa

    Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pensiunan Polisi di Blitar Tewas Tergantung di Gudang Rumah, Diduga Ada Masalah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mbak Wali Serahkan SK Kenaikan Pangkat 76 ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In