• Login
Bacaini.id
Friday, February 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pandemi Covid, Kaktus Makin Laris Manis Dipasaran

ditulis oleh
25 November 2020 08:14
Durasi baca: 2 menit

KEDIRI – Sama halnya seperti janda bolong maupun philodendron, kaktus saat ini ternyata juga menjadi tren dikalangan para penghobi tanaman hias di Indonesia. Dengan harga yang lebih terjangkau, tanaman dengan nama latin Cactaceae ini laris manis di pasaran.

Salah satu kolektor sekaligus penjual kaktus, Dedi Iyan Santoso mengatakan, kaktus juga memiliki banyak penggemar. Terbukti, saat ini Rumah Kaktus dan Scullent miliknya yang ada di Desa Tawang, Dusun Dadapan, Kabupaten Kediri ramai pesanan.

“Saya mulai menjual kaktus koleksi saya itu saat mulai masa pandemi, dan alhamdulillah sampai sekarang banyak pesanan,” kata Dedi kepada bacaini.id, Selasa 24 November 2020.

Dedi sendiri sudah mengoleksi kaktus sejak tahun 2015, sebelum berjualan ia hanya seorang penghobi yang hanya mengumpulkan kaktus. Sampai akhirnya ia bergabung bersama salah satu komunitas dan klub tanaman hias, dan mulai mengembangkan usahanya dengan brand Rumah Kaktus dan Scullent, perlahan dia menambah koleksi kaktus impor dari Thailand dan juga Cina. “Dulu cuma hobi, sekarang jadi hobi dan usaha,” kata Dedi pada.

Semakin bertambahnya koleksi, Dedi mulai aktif melakukan pemasaran. Dimulai sekitar tujuh bulan yang lalu, selain di wilayah Kediri dan sekitarnya, pemasaran kaktus sudah menjangkau luar kota. “Kemarin sempat kirim pesanan ke Medan,” tambahnya

Saat ini, Dedi sudah memiliki beberapa jenis kaktus lokal dan impor. Diantaranya jenis Gymnocalycium mihanovichii (kaktus bulan) dengan berbagai warna, opuntia, siklam, damsii dan juga beberapa jenis kaktus serta scullent lokal lainnya.

Untuk harga, kaktus lokal berkisar antara Rp 8 ribu sampai Rp 100 ribu, sedangkan untuk kaktus impor dibandrol harga Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu. “Harganya memang masih sangat terjangkau, yang paling diminati memang kaktus impor sekarang ini,” jelasnya.

Menurut Dedi, kaktus memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan tanaman hias lainnya. Mulai dari ukuran, perawatan dan juga harga yang terjangkau. Kaktus juga cocok sebagai hiasan di dalam rumah, karena ukurannya kecil tidak makan tempat.

“Minimalis lah istilahnya, cocok untuk kegiatan di rumah, apalagi di masa pandemi ini,” jelas Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan walaupun masih terkendala modal dan wadah pemasaran, bisnis ini bisa menjadi usaha untuk menopang perekonomian keluarga yang cukup bisa diandalkan di masa pandemi ini.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: Karebet

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: tanaman hias kaktus
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kota Atraktif 2026, DPRD Trenggalek Tekankan Pembangunan Inklusif dan Berdaya Saing

Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo saat melakukan pengecekan terhadap rencana pembangunan proyek fly over Mangli

Flyover Mangli Dibidik Mulai 2026, Pemerintah Hitung Dampak 20 Tahun ke Depan

DPRD Soroti Kekurangan Guru dan Minimnya Murid SD

  • Pensiunan polisi di Blitar ditemukan tewas tergantung di gudang rumahnya

    Pensiunan Polisi di Blitar Tewas Tergantung di Gudang Rumah, Diduga Ada Masalah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Efek Narkoba yang Picu AKBP Didik Kuncoro Lakukan Penyimpangan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In