• Login
Bacaini.id
Monday, February 23, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Fenomena Penyakit Ginjal Kronis Meningkat pada Anak dan Usia Muda, Ini Fakta Medis dan Cara Deteksi Dini

Kasus gagal ginjal tak lagi identik dengan lansia. Data global menunjukkan peningkatan signifikan pada anak dan usia produktif, dipicu diabetes, hipertensi, pola makan modern, hingga penggunaan obat tanpa pengawasan

ditulis oleh Editor
22 February 2026 21:32
Durasi baca: 6 menit
Ilustrasi organ ginjal manusia dengan penjelasan peningkatan penyakit ginjal kronis pada anak dan usia muda

Kasus penyakit ginjal kronis kini meningkat pada anak dan usia produktif akibat faktor gaya hidup dan penyakit metabolik (Foto AI/Bacaini.id)

Bacaini.ID, KEDIRI — Penyakit ginjal kronis (PGK) kini bukan lagi monopoli lansia. Dalam beberapa tahun terakhir, penyakit ginjal semakin meningkat atau jadi tren pada usia muda bahkan anak-anak.

Orang-orang di usia produktif, yang tampak sehat, tidak merokok maupun minum alkohol, dan memiliki gaya hidup ‘lurus-lurus saja’, tiba-tiba didiagnosis gagal ginjal stadium akhir.

Baca Juga:

  • Ini Takjil Sehat Ramah Gula Darah, Pengidap Diabetes Perlu Mencoba
  • Penyakit Diabetes Incar Pelajar SMP – SMA di Indonesia

Berdasarkan data dari Global Burden of Disease, terjadi peningkatan insidensi Penyakit Ginjal Kronis (PGK) sebesar 15-20% pada kelompok usia 15–39 tahun dalam satu dekade terakhir.

Sementara di Indonesia, laporan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menunjukkan peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut (GGA) dan Kronis pada anak.
Estimasi prevalensi gagal ginjal kronis pada anak mencapai 18,5 per satu juta anak.

Angka ini merupakan estimasi ‘dasar’. Namun, banyak ahli meyakini angka aslinya di lapangan jauh lebih tinggi karena penyakit ginjal stadium awal sering kali tidak menunjukkan gejala (underdiagnosed).

Data dari Global Burden of Disease menunjukkan bahwa penyakit ginjal kini masuk dalam daftar penyebab kematian dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Berikut beberapa fakta medis tentang ginjal dan masalahnya:

Anatomi Masalah: Mengapa Ginjal Sangat Rentan?

Ginjal adalah organ penyaring yang sangat canggih. Setiap hari, sepasang ginjal memproses sekitar 200 liter darah untuk menyaring limbah dan kelebihan air.

Namun, ginjal memiliki satu kelemahan fatal: ia tidak memiliki saraf perasa sakit di unit penyaringnya (nefron). Artinya, ketika terjadi kerusakan kecil, tubuh tidak mengirimkan sinyal rasa sakit.

Kerusakan ginjal bersifat akumulatif. Seseorang bisa kehilangan hingga 80% fungsi ginjalnya tanpa merasakan gejala yang berarti. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa ‘mendadak’ sakit, padahal proses kerusakannya sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Akar Masalah: Diabetes, Hipertensi, dan Obesitas

Meskipun seseorang tidak merokok, ada tiga faktor utama yang secara statistik menjadi penyebab lebih dari 70% kasus gagal ginjal di dunia:

• Diabetes Melitus (Kencing Manis)

Banyak orang merasa sehat karena tidak pernah cek gula darah. Padahal, kadar gula darah yang tinggi secara kronis bertindak layaknya ‘ampelas’ yang mengikis pembuluh darah halus di ginjal.

Di Indonesia, angka diabetes yang belum terdiagnosis sangat tinggi, yang menjelaskan mengapa banyak orang kaget saat ginjal mereka dinyatakan rusak.

• Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Hipertensi sering disebut sebagai The Silent Killer. Tekanan darah yang tinggi memaksa jantung memompa darah lebih keras, yang pada akhirnya merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Jika pembuluh darah ini rusak, ginjal tidak lagi bisa membuang limbah dari tubuh.

• Obesitas Sentral

Lemak perut bukan sekadar masalah penampilan. Lemak viseral memicu peradangan sistemik yang merusak organ dalam, termasuk ginjal.

Obesitas juga memaksa ginjal bekerja ekstra keras (hiperfiltrasi) untuk menyaring darah bagi massa tubuh yang lebih besar.

Bahaya Tersembunyi: Ultra-Processed Food dan Garam Berlebih

Salah satu alasan mengapa orang yang terlihat hidup sehat tetap terkena penyakit ginjal adalah konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) atau makanan olahan tinggi.

• Natrium Tersembunyi

Mungkin tidak banyak menaburkan garam di masakan, tetapi makanan kemasan, bumbu instan, saus, dan makanan kaleng mengandung natrium (sodium) yang sangat tinggi sebagai pengawet.

Natrium berlebih menarik air ke dalam pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan membebani ginjal.

• Fruktosa Tinggi

Minuman kekinian (boba, kopi susu gula aren, soda) mengandung sirup jagung tinggi fruktosa. Fruktosa dimetabolisme di hati dan menghasilkan asam urat sebagai produk sampingan. Asam urat yang tinggi secara kronis akan mengkristal dan merusak tubulus ginjal.

Polusi Obat: Penggunaan NSAID dan Suplemen Tanpa Pengawasan

Ini adalah faktor yang sering diabaikan oleh mereka yang merasa hidupnya sehat. Penggunaan obat pereda nyeri golongan NSAID (seperti Ibuprofen, Diklofenak, atau Naproxen) secara rutin untuk mengatasi pegal linu, sakit kepala, atau nyeri sendi dapat menyebabkan nefropati analgesik.

Obat-obatan ini bekerja dengan menghambat prostaglandin, zat yang membantu memperlebar pembuluh darah di ginjal.

Jika dikonsumsi berlebihan atau saat tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), aliran darah ke ginjal akan berkurang drastis, menyebabkan kematian sel ginjal secara perlahan.

Selain itu, tren suplemen diet, pemutih kulit instan, atau jamu ‘oplosan’ yang mengandung bahan kimia obat (BKO) seringkali menjadi racun langsung bagi nefron ginjal.

Dehidrasi Kronis dan Gaya Hidup Sedenter

Dunia modern membuat orang lebih banyak duduk di depan layar dalam ruangan ber-AC. Kondisi ini seringkali membuat lupa minum atau merasa tidak haus karena tidak berkeringat.

• Dehidrasi Kronis

Urin yang terlalu pekat karena kurang minum meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal yang menyumbat saluran urin dapat menyebabkan tekanan balik ke ginjal (hidronefrosis) yang berujung pada kerusakan permanen.

• Kurang Gerak

Gaya hidup kurang gerak menurunkan metabolisme tubuh dan mempermudah terjadinya resistensi insulin, yang merupakan gerbang menuju diabetes dan kerusakan ginjal.

Faktor Lingkungan: Polusi dan Mikroplastik

Data terbaru mulai menyoroti pengaruh lingkungan yang tidak bisa dikontrol secara individu. Polusi udara (partikel PM2.5) dan paparan logam berat (seperti timbal atau merkuri dari air yang terkontaminasi) masuk ke aliran darah dan harus disaring oleh ginjal.
Penumpukan logam berat ini bersifat toksik dan dapat merusak jaringan interstitial ginjal.

Cara Mendeteksi Dini Kesehatan Ginjal: Jangan Tunggu Gejala!

Karena penyakit ginjal tidak bergejala di tahap awal, pemeriksaan laboratorium adalah satu-satunya cara untuk tahu kondisi sebenarnya. Ada dua parameter utama yang wajib dicek secara rutin:

• Ureum dan Kreatinin (Cek Darah)

Untuk menghitung Glomerular Filtration Rate (GFR) atau laju saring ginjal. Jika nilai GFR turun di bawah 60 selama lebih dari 3 bulan, itu pertanda penyakit ginjal kronis.

• Urinalisis (Cek Urin)

Untuk melihat apakah ada Albumin (protein) dalam urin. Ginjal yang sehat tidak akan membiarkan protein bocor ke urin.

Jika ditemukan protein, itu adalah tanda awal kerusakan ‘saringan’ ginjal. Secara visual tanda yang bisa dilihat langsung adalah adanya busa dalam urin. Bentuknya seperti busa sabun atau putih telur yang dikocok.

Berbeda dengan gelembung urin yang terjadi karena kecepatan aliran urin saat menyentuh air toilet, busa urin yang terjadi karena ginjal bermasalah ini biasanya tidak bisa hilang meskipun disiram karena lebih pekat.

Namun untuk memastikannya, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Dan untuk menghindari terkena penyakit ginjal, berikut langkah yang harus dilakukan:

• Kurangi Garam

Batasi asupan natrium maksimal 2.000 mg (sekitar 1 sendok teh garam dapur) per hari.

• Hidrasi Cukup

Pastikan urin berwarna kuning bening, bukan kuning pekat.

• Cek Tekanan Darah

Lakukan pengecekan setidaknya sebulan sekali.

• Batasi Gula

Hindari minuman manis kemasan sebagai asupan harian.

• Berhati-hati Pada Obat, Jamu dan Suplemen
Jangan sembarangan minum obat, jamu maupun suplemen. Hindari mengonsumsinya secara terus menerus dan tanpa resep atau pengawasan ahli. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: penyakit ginjal
Via: ginjal
Tags: diabetesgagal ginjalpenyakit gagal ginjal kronispgk
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi organ ginjal manusia dengan penjelasan peningkatan penyakit ginjal kronis pada anak dan usia muda

Fenomena Penyakit Ginjal Kronis Meningkat pada Anak dan Usia Muda, Ini Fakta Medis dan Cara Deteksi Dini

Petugas Satlantas Polres Jombang mengamankan sepeda motor pelaku balap liar di Jalan Nasional bypass Mojoagung saat razia waktu sahur

Balap Liar di Jalan Nasional Jombang Dibubarkan, 17 Remaja dan Motor Diamankan Polisi

Ilustrasi meditasi dalam puasa ngebleng

Keampuhan Puasa Nusantara: Mutih, Ngrowot, Ngebleng hingga Weton dan Filosofi Jagad Cilik

  • Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah saat refleksi satu tahun pemerintahan

    Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In