Bacaini.ID, KEDIRI – Baskoro, putra pengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Sayuti Melik, dikabarkan hidup dalam kondisi memprihatinkan di sebuah rumah kontrakan di Cipendawa, Rawalumbu, Bekasi. Sementara istrinya yang merupakan cucu Pahlawan Nasional KH Agus Salim juga sakit-sakitan.
Kabar memprihatinkan ini beredar di lini masa media sosial dan langsung menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Dalam sejarah perjalanan Bangsa Indonesia, lansia ini memiliki tempat terhormat sebagai putra tokoh nasional di era kemerdekaan.
Baskoro adalah putra kedua Sayuti Melik yang merupakan pengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan Soekarno dan Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat pada Jumat, 17 Agustus 1945.
Sementara ibunya, Surastri Karma Trimurti atau dikenal S.K. Trimurti adalah Menteri Buruh pertama Indonesia dari tahun 1947 sampai 1948 di bawah pemerintahan Perdana Menteri Amir Sjarifoeddin.
Istri Baskoro juga bukan orang sembarangan. Ia adalah cucu dari Pahlawan Nasional KH Agus Salim, pejuang kemerdekaan, diplomat ulung, dan ulama intelektual Indonesia. KH Agus Salim dikenal dengan julukan “The Grand Old Man”, dan pernah menjabat Menteri Luar Negeri Indonesia yang sangat menguasai seni diplomasi dan menguasai sembilan bahasa asing.
KH Agus Salim juga tokoh penting dalam pergerakan Islam melalui Sarekat Islam bersama H.O.S. Cokroaminoto dan dikenal sebagai penulis serta jurnalis yang kritis.
Karena itu, kabar yang beredar di media sosial tentang kehidupan Baskoro dan istrinya yang memprihatinkan mengejutkan rakyat Indonesia. Terlebih pasangan lansia tersebut juga dikabarkan hidup berdua tanpa memiliki anak.
Perhatian publik semakin besar setelah beredar dokumentasi kunjungan sejumlah relawan yang memperlihatkan langsung kondisi tempat tinggal Baskoro. Rumah yang ditempatinya terlihat sangat sederhana dengan fasilitas yang terbatas.
Pemerintah didesak turun tangan menyelamatkan mereka, demi menjaga kehormatan bangsa kepada para pahlawan.
Penulis: Hari Tri Wasono




