Bacaini.ID, TRENGGALEK – Rezeki nomplok datang bagi pedagang bunga tabur di Trenggalek menjelang Ramadan. Lonjakan peziarah ke makam membuat omzet mereka melonjak hingga Rp700 ribu per hari.
Setiap jelang Ramadan permintaan bunga tabur meningkat pesat dan itu rutin setiap tahun. Dari pantauan Bacaini.id, mereka berjualan di sekitar area pemakaman umum.
Baca Juga:
Salah satunya di tepi Jalan Nasional Trenggalek–Tulungagung, tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan. Mereka membuka lapak sejak pagi hingga sore.
Salah satu pedagang, Astuti, mengaku hanya berjualan bunga tabur pada momen menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Astuti sehari-hari berjualan di warung kopi di depan TPU Ngetal.
Setiap jelang ramadan ia memilih menutup warung kopinya dan beralih berjualan bunga karena lebih menguntungkan. “Saya fokus jual bunga, warung kopinya sementara tutup,” tutur Astuti, Selasa (17/2/2026).
Dalam sehari, Astuti mengaku bisa meraup omzet hingga Rp700 ribu, tergantung ramainya peziarah. Pendapatan yang lebih tinggi dibanding berjualan makanan dan minuman di warung kopi.
“Kalau warung kopi biasanya tidak sampai segitu. Jual bunga ini lebih cepat perputarannya,” ungkapnya.
Harga bunga tabur yang dijual bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp40 ribu per paket, bahkan bisa lebih mahal tergantung banyaknya makam yang akan diziarahi.
Astuti mulai berjualan sekitar satu minggu sebelum ramadan dan berencana menghentikan aktivitas tersebut sehari sebelum puasa dimulai.
Bunga tabur yang dijual berasal dari berbagai sumber, mulai dari pekarangan sendiri, kebun warga sekitar, hingga tengkulak dari luar daerah.
Jenis bunga yang paling diminati para peziarah antara lain bunga kenanga, bunga merah, serta daun pandan wangi.
Meifa, salah satu peziarah, mengatakan bahwa ziarah kubur merupakan tradisi turun-temurun yang rutin dilakukan keluarganya menjelang Ramadan.
Meski harga bunga tabur cenderung naik, ia tetap membelinya sebagai bagian tak terpisahkan dari ritual ziarah. “Tadi beli bunga kenanga Rp5 ribu, tapi isinya sedikit. Kalau hari biasa bisa dapat dua kali lipat,” tuturnya.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif





