• Login
Bacaini.id
Monday, February 23, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kebanyakan Kuliner di Blitar yang Ramai Karena Murah, Bukan Enak, Itu Tak Diragukan

Ada adagium soal selera makan tiap lidah berbeda. Ada yang tinggi, medium dan rendah. Memilih harga murah ketimbang rasa yang enak adalah selera rendah

ditulis oleh Editor
8 January 2026 13:27
Durasi baca: 4 menit
kuliner blitar

Kuliner di Blitar ramai karena murah (foto ilustrasi/AI/bacaini.id)

Pernah kecele makanan yang katanya enak? Setidaknya saya sudah mengalami 2 kali. Yang pertama rawon di daerah Kediri. Ditraktir seorang teman di suatu siang. Katanya kuliner legend. Menyantapnya sudah tidak kehitung. Sejak masih bujangan sampai beranak pinak.

Saya percaya. Apalagi ia sudah ke mana-mana. Walaupun hanya hitungan beberapa bulan, pernah merantau di Bandung, Jakarta, Malang dan Surabaya. Tentu khazanahnya soal kuliner sudah kaya. Warung yang disebut legend itu juga ramai.

Seporsi rawon Kediri yang kami pesan disuguhkan dengan piring keramik motif kembang-kembang. Kuahnya hitam pekat dan panas. Khas rawon-rawon gagrak etanan: Jombang, Mojokerto, Surabaya dan Probolinggo.Berkuah hitam pekat.

Kemudian daging empalnya yang kering dalam posisi separo terbenam kuah. Jumlahnya 2 potong. Tidak terlalu tebal. Ada sambal terasi dan sejumput kecambah mentah yang diletakkan di sendok. Kerupuk udang, telor asin serta tempe goreng membuatnya sempurna.

Nikmat apa lagi yang engkau dustakan?

Sudah menjadi hal yang pakem. Menyantap kuliner berkuah yang pertama-tama dilakukan adalah mencicipi citarasa kuahnya dulu. Menguji seberapa dahsyat tendangan rasanya. Baru yang lainnya. Begitu juga rawon Kediri yang katanya legend itu.

Namun begitu sendokan pertama masuk mulut, langsung mak deg!. Cerita rawon legend terguncang. Kok begini? Batinku. Atau mungkin kuahnya belum diaduk. Bumbunya masih mengendap. Mencoba tetap berpositif thinking. Toh juga ditraktir.

Usai aduk-aduk langsung lanjut sendokan kedua dan ketiga. Ternyata tidak ada yang berubah. Rasa rawon yang promonya legend itu tetap hambar. Ada yang kurang. Entah apa. Untung daging empalnya cukup menolong. Empuk, gurih dan ada manis-manisnya.

Baca Juga: Mau Coba Frugal Living di Blitar, Tapi Diganggu MBG

Kuliner Blitar

Kecele makanan yang katanya enak berikutnya terjadi di Blitar. Ceritanya, suatu hari dapat info warung nasi pecel yang sudah mendekati legenda. Selain citarasanya oke umur usaha kuliner itu juga uzur. Karena penasaran langsung tancap gas ke lokasi.

Warungnya tidak besar, sederhana dan ramai. Kendaraan yang parkir berjajar-jajar. Kebanyakan sepeda motor. Kemudian yang beli juga antri. Banyak yang di dalam. Bisa menghadap langsung menu makanan. Namun tidak sedikit yang memilih di luar.

Singkat cerita, nasi pecel dengan porsi menu standar itu sampai di atas meja. Penampilannya cantik. Nasi dengan sayur disiram bumbu pecel warna kemerah-merahan. Ada tempe dan rempeyek. Peyek kedelai campur udang ebi. Bukan kacang.

Saya bukan orang yang baru kenal pecel. Pernah setahun tinggal di Madiun dan nyaris setiap hari bersantap pecel. Sampai hafal mana pecel yang enak, mana yang standar, dan mana yang biasa-biasa. Apalagi Madiun adalah ibukota pecel.

Dan yang katanya mendekati legend ini ternyata, ahh!. Cita rasanya kategori standar, bahkan kecenderungan biasa. Kalau dikasih skor 1-10 dapatnya 4. Namun ajaibnya warung tidak pernah sepi. Pembelinya selalu antri.

Kok bisa begitu ya?

Misteri keramaian warung itu tak berumur panjang. Terjawab saat membayar. Apa itu? Murah. Fix, bandrol murah adalah kunci. Sepiring nasi pecel dibandrol tidak sampai 10 ribu.

Saya tersenyum. Teringat adagium soal selera makan tiap lidah berbeda. Ada yang tinggi, medium dan rendah. Memilih harga murah ketimbang rasa yang enak adalah selera rendah.

Kendati demikian belum berani menarik kesimpulan: Soal kuliner warga Blitar lebih memilih murah ketimbang rasa yang enak. Pilih belanja harga (murah) ketimbang citarasa.

Karena penasaran, iseng menjajal lapak makanan minuman yang lain. Menyeleksi dari yang paling ramai dan yang tersepi. Mulai nasi goreng, soto, rawon, sate, tahu telur, lalapan. Dari angkringan, warung rumahan, depot sampai resto.

Apa hasilnya? Kalau ramai bisa dipastikan karena murah. Soal citarasa nomor sekian. Kalau enak sebut saja bonus. Mendapatkan yang ramai dan enak di Blitar itu adalah keberuntungan. Memang ada tapi pengecualian.

Sementara lapak makanan dan minuman yang sepi adalah kebalikannya. Rata-rata bercitarasa enak, namun mahal. Lantas apa kesimpulan selera kuliner warga Blitar pada umumnya? Silakan simpulkan sendiri. Ciao!

Baca Juga: Patung Macan Kediri Viral, Untung Tidak Tahun 2024, Bisa Ditunggangi Mas Dhito

Penulis: Garendi

*) Penulis adalah penyuka MBG (Makanan Berkuah Gurih) yang bertempat tinggal di perbatasan Blitar-Kediri

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: kuliner blitar
Via: kuliner
Tags: bacaini.idblitarKedirikuliner Blitarkuliner kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Soedjono Hoemardani, dukun politik Soeharto era Orde Baru yang berperan dalam lobi Jepang dan kebijakan ekonomi nasional

Dukun Politik Orde Baru: Peran Soedjono Hoemardani sebagai Pembisik Soeharto dan Arsitek Lobi Jepang

Menkeu Purbaya saat menyampaikan sikap tegas kepada penerima beasiswa LPDP. Foto: tangkapan layar

Menkeu Purbaya Blacklist Penerima Beasiswa LPDP dan Minta Pengembalian Dana Pendidikan

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi.

Ketua DPRD Trenggalek Ingatkan Kepala Desa Tetap Mandiri di Tengah Pemangkasan Dana Desa

  • Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah saat refleksi satu tahun pemerintahan

    Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In