• Login
Bacaini.id
Saturday, May 9, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sering Kentut dan Sendawa di Usia Tua, Apakah Normal?

Semakin tambah usia otot katup jadi kendur, lambung-usus geraknya melambat dan bakteri usus berubah komposisinya, jadi alasan mengapa semakin tua, semakin sering kentut dan bersendawa

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
11 December 2025 18:07
Durasi baca: 4 menit
kebiasaan kentut di usia tua

Kebiasaan kentut dan sendawa di usia tua (foto ilustrasi/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Sebagian besar remaja Jawa tahun 90-an pasti tak asing dengan candaan: “tuwek ngentut’an”, tua suka kentut.

Benarkah orang semakin tua kian sering kentut? Apa penyebabnya?

Baca Juga:

  • Fakta Ilmiah Kentut di Depan Pasangan: Tanda Hubungan Bahagia
  • Dari Solo Together Mereka Bertemu Jodoh, Teman dan Pekerjaan

Hal pertama yang perlu dipahami, kentut merupakan proses alami dan penting untuk tubuh. Terutama berhubungan langsung dengan pencernaan.

Udara dan gas yang terperangkap dalam lambung, baik itu karena proses pencernaan maupun yang tertelan saat berbicara, akan keluar sebagai kentut dan sendawa.

Lantas, mengapa semakin bertambah usia seseorang semakin sering kentut maupun sendawa?

Kentut (flatulence) dan bersendawa (eructation) merupakan fenomena yang sangat umum, dan ada beberapa penyebab fisiologis yang saling berkaitan.

• Penurunan Fungsi Otot

Ada dua katup penting diantara kerongkongan dan lambung, dan pada anus. Namanya sfingter esofagus bawah (LES, lower esophageal sphincter) dan sfingter anus (internal and external anal sphincter).

Seiring bertambahnya usia, otot-otot polos dan lurik ini melemah karena penurunan massa dan kekuatan otot akibat penuaan, juga berkurangnya elastisitas jaringan ikat.

Akibatnya, LES lebih mudah ‘bocor’. Udara atau gas dari lambung lebih mudah naik ke atas, akibatkan bersendawa lebih sering.

Sementara, sfingter anus juga mengalami hal sama, kendur. Akibatnya gas lebih mudah keluar tanpa bisa ditahan lama, dan kentut menjadi lebih sering bahkan tanpa disadari.

• Perubahan Motilitas Saluran Cerna

Semakin bertambah usia, gerakan peristaltik lambung dan usus melambat dan ini lazim terjadi.

Makanan dan udara tertahan lebih lama di lambung dan usus, fermentasi oleh bakteri usus besar pun meningkat. Akibatnya, produksi gas (H₂, CO₂, CH₄) lebih banyak.

Karena peristaltik lambat, gas ini juga lebih susah dikeluarkan secara teratur, jadi akhirnya keluar sekaligus dalam jumlah besar berbentuk kentut atau bersendawa yang ‘menggelegar’.

• Perubahan Komposisi Mikrobiota Usus

Seiring usia, komposisi bakteri usus berubah, bakteri penghasil gas cenderung lebih dominan.

Obat-obatan yang seringkali dikonsumsi Lansia juga dapat memengaruhi flora usus yang akibatkan lebih banyak gas terbentuk.

• Aerophagia/Menelan Udara yang Meningkat

Banyak lansia pakai gigi palsu yang kurang pas sehingga saat makan atau minum lebih banyak menelan udara.

Makan lebih lambat dan mengunyah kurang baik juga akibatkan lebih banyak udara masuk ke lambung. Udara ini akan keluar lagi lewat sendawa.

• Penurunan Enzim Pencernaan

Produksi asam lambung, enzim pankreas, dan empedu sedikit berkurang, hal ini mengakibatkan karbohidrat kompleks dan serat kurang tercerna di usus halus.

Ketika difermentasi dalam usus besar menghasilkan gas yang lebih banyak.

• Kurang Gerak/Hipokinesia

Pada orang-orang yang kurang gerak, termasuk lansia, gerakan usus jadi melambat. Ini mengakibatkan gas terperangkap lebih lama dalam lambung dan bisa keluar tiba-tiba dalam bentuk kentut atau sendawa.

Semakin bertambah usia, otot katup jadi kendur, lambung-usus geraknya melambat dan bakteri usus yang berubah komposisinya, menjadi alasan mengapa semakin tua, semakin sering kentut dan bersendawa.

Kondisi ini akan diperparah apabila kurang gerak, gas menjadi lebih banyak diproduksi. Namun perubahan fisiologis ini lazim terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan, kecuali jika ada gejala lain yang menyertainya seperti rasa nyeri di area tertentu.

Kemudian bau busuk, atau kentut dan sendawa terlalu sering atau berlebihan, perlu untuk segera cek ke dokter. Bisa jadi menjadi tanda GERD atau intoleransi makanan tertentu. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: kebiasaan kentut di usia tua
Via: kentut
Tags: bacaini.idkebiasaan kentutkentutsendawasering kentutusia tua
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi petugas medis menangani penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi Virus Andes di kapal pesiar Atlantik

Virus Andes Diduga Penyebab Wabah Misterius di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Meninggal

KFC Pertama di Indonesia, letaknya di Melawai Jakarta/Dok KFC

Begini Makanan Orang Indonesia Sebelum KFC Masuk Tahun 1979

Pasokan BBM Pertamina ke SPBU. Foto: Pertamina

Ramai Harga Pertalite Tak Disubsidi Tembus Rp.16.088 per Liter

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In