• Login
Bacaini.id
Wednesday, April 29, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Politik Pencitraan Menteri Pangan

ditulis oleh Redaksi
3 December 2025 18:57
Durasi baca: 2 menit
Menko Pangan Zulkifli Hasan memanggul beras di lokasi bencana. Foto: istimewa

Menko Pangan Zulkifli Hasan memanggul beras di lokasi bencana. Foto: istimewa

Publik Indonesia kembali dihebohkan aksi simbolik pejabat negara. Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, memanggul karung beras di lokasi bencana.

Aksi ini viral di media sosial dan media massa dengan narasi seragam, “Momen menyentuh hati terekam saat Menko Pangan Zulkifli Hasan tak segan mengangkat sendiri karung beras di lokasi bencana banjir”.

Pro kontra pecah di media sosial. Sebagian masyarakat menilai aksi itu sebagai bukti kepedulian. Namun tak sedikit yang mengkritiknya sebagai pencitraan belaka.

Erving Goffman, sosiolog yang terkenal dengan teori dramaturgi, memandang interaksi sosial sebagai sebuah pertunjukan teater. Dalam konteks politik, pejabat adalah aktor yang tampil di panggung depan (front stage) untuk membangun citra tertentu. Sementara panggung belakang (back stage) adalah ruang strategi dan motif yang tidak terlihat publik.

Dalam atraksi yang dilakukan Zulkifli Hasan, aksi memanggul beras adalah pertunjukan di panggung depan. Gestur sederhana itu menampilkan citra pemimpin yang peduli, kuat, dan dekat dengan rakyat. Kamera menangkap momen tersebut, lalu menyebarkannya ke publik sebagai simbol kepedulian.

Publik yang kritis kemudian bertanya, “Apakah aksi ini bagian dari strategi distribusi bantuan atau sekadar simbol pencitraan?”

Kritik muncul karena masyarakat menilai tindakan tersebut lebih sebagai gestur simbolik daripada solusi substantif terhadap masalah pangan. Warganet lebih condong menilai aksi itu tidak otentik. Dengan kata lain, pertunjukan panggung depan yang dilakukan sang Menteri Pangan gagal.

Alih-alih memperkuat citra positif, hal ini justru menimbulkan image backlash, yakni citra balik yang negatif karena dianggap hanya pencitraan. Di era media sosial, pergeseran bingkai ini terjadi sangat cepat karena publik aktif membentuk narasi tandingan.

Framing yang dibangun tim kreatif Zulkifli Hasan telah gagal membangun citra positif. Tindakan simbolik dengan memanggul beras ternyata tidak menyelesaikan masalah substantif. Video korban bencana alam yang kelaparan hingga berebut beras yang dijatuhkan dari helikopter bertebaran di media sosial.

Fenomena ini memberi pelajaran penting bagi politisi maupun pejabat yang gemar melakukan “aksi panggung”, bahwa sebagus apapun pertunjukan yang dipertontonkan, masyarakat memiliki kemerdekaan untuk menilai yang tak bisa didikte.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: banjir sumaterabencana alammenko panganmenteri memanggul beraszulkifli hasan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Romy Soekarno reses PDIP Blitar Gen Z 2029

Romy Soekarno Targetkan PDIP Jadi Partai Anak Muda, Bidik 52% Pemilih Gen Z di Pemilu 2029

RUPST Bank BJB 2025 di Bale Pakuan Bandung

RUPST Bank BJB 2025: Susi Pudjiastuti Masuk Komisaris, Dividen Rp900 Miliar Dibagikan

dugaan pungli lapas blitar kamar d1 napi korupsi petugas keamanan

Napi Korupsi di Lapas Blitar Dipungli Rp60 juta untuk Kamar Tamping

  • Aktivis PMII Blitar Raya dampingi warga terdampak limbah

    Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In