• Login
Bacaini.id
Friday, April 24, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Melihat Geng Anak Muda Zaman Pemerintahan Soeharto

Mereka bergerombol di sudut terminal, lorong pasar malam, dan di bawah jembatan layang yang sepi.

ditulis oleh Redaksi
17 November 2025 18:11
Durasi baca: 2 menit
llustrasi geng tahun 80-an di Indonesia. Foto:bacaini/AI

llustrasi geng tahun 80-an di Indonesia. Foto:bacaini/AI

Bacaini.ID, KEDIRI – Era 1980-an adalah masa ketika Indonesia berada dalam cengkeraman Orde Baru. Ruang ekspresi terbatas, sensor ketat, dan norma sosial yang konservatif membuat banyak anak muda merasa terasing.

Di tengah keterbatasan itu, geng menjadi ruang alternatif untuk mengekspresikan identitas, solidaritas, dan bahkan perlawanan.

Geng bukan sekadar kumpulan pembuat onar. Mereka adalah produk zaman, di mana anak-anak urban mencari tempat di tengah kota yang tumbuh cepat namun tak ramah bagi mereka.

Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga kota-kota seperti Kediri, geng bermunculan dengan nama-nama nyentrik: Gepeng, Gong 2000, Black Angel, hingga yang lebih lokal seperti Boy Horor atau Hellfiend.

Geng era 80-an sangat dipengaruhi oleh budaya pop global. Musik punk, rock, dan metal menjadi soundtrack kehidupan mereka.

Band seperti Sex Pistols, Metallica, dan Guns N’ Roses menginspirasi gaya hidup dan semangat mereka. Mulai meniru gaya berpakaian jaket kulit, celana ketat, dan rantai, hingga rambut mohawk.

Tak hanya itu. Mereka juga mencoretkan pesan dan identitas kelompok di tembok, tiang listrik, bahkan di badan truk. Nama geng menjadi identitas yang dibanggakan, sekaligus penanda wilayah kekuasaan.

Seperti aktivitas geng di luar negeri, tawuran antar kelompok juga terjadi. Bukan semata karena permusuhan, tapi sebagai bentuk eksistensi dan adu gengsi.

Namun tak semua geng identik dengan kekerasan. Beberapa justru menjadi komunitas seni jalanan, pelopor mural, atau bahkan embrio band-band indie yang kini melegenda.

Pemerintah Orde Baru memandang geng sebagai ancaman ketertiban. Operasi penertiban sering dilakukan, dan banyak geng dibubarkan secara paksa.

Namun ironisnya, dalam beberapa kasus, geng atau kelompok preman justru dimanfaatkan oleh elite politik sebagai alat kontrol sosial.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: gengremajasoehartotahun 1980
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Keuangan Pemkot Kediri Tahun 2026 Defisit 322 Milyar - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

aktivitas Gunung Slamet suhu kawah meningkat dan pemantauan PVMBG

Suhu Kawah Gunung Slamet Naik Tajam, Aktivitas Magma Meningkat

Ilustrasi World Bank. Foto: unsplash

Salah Analisa Ekonomi Indonesia, Bank Dunia Minta Maaf

Hary Tanoe (tengah) berfoto dengan Erick Thohir (kiri). Foto: IG@hary.tanoesoedibjo

Hary Tanoe Dihukum Bayar Rp531 Miliar ke Jusuf Hamka

  • Alun-alun Kota Kediri yang mangkrak dan Kepala Dinas PUPR Endang Kartika Sari.

    Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Larung Sembonyo Trenggalek 2026: Ribuan Warga Ikuti Ritual Syukur Nelayan Prigi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In