• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Soeharto Pernah Bikin Jenderal Belanda Melongo

Menduduki Kota Yogyakarta dengan mengerahkan 2000 pejuang

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
7 November 2025 22:51
Durasi baca: 3 menit
soeharto kerahkan pejuang

Soeharto dalam peristiwa 1 maret 1949 pernah bikin Jenderal Belanda melongo (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Sebanyak 2000 orang pejuang Indonesia menyerbu Yogyakarta. Dalam waktu cepat, wilayah kota diduduki.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 1 Maret 1949. Yogyakarta merupakan ibukota Republik Indonesia yang sebelumnya dikuasai Belanda.

Serbuan kilat di bawah komando Letnan Kolonel Soeharto membuat Jenderal Spoor, panglima tentara Belanda, terperangah.

Simon Hendrik Spoor tidak menyangka bakal mendapat serangan mendadak itu. Serangan yang terencana dan terpusat.

Sultan Hamengku Buwono IX diketahui berada di belakang perang terbuka itu. HB IX sejak awal menolak tawaran berunding Belanda.

Apalagi Presiden Soekarno, Bung Hatta dan Sutan Sjahrir telah ditangkap. HB IX memilih menyumbangkan seluruh yang dimiliki untuk kemerdekaan Indonesia.

“Bagaimanapun kemenangan ada di pihak TNI karena mereka telah menunjukkan bukti kemampuannya yang walaupun kecil, tetapi berhasil,” demikian dikutip dari buku Jenderal Spoor Kejayaan dan Tragedi Panglima Tentara Terakhir di Indonesia (2015).

“Mereka telah menunjukkan kepada orang Belanda dan pucuk pimpinan politik Republik sendiri bahwa mereka tidak bisa disepelekan”.

Baca Juga:

  • Profil Soeharto: Lahir, Jadi Presiden dan Jemput Gelar Pahlawan
  • OTT KPK Terhadap Bupati Ponorogo Terkait Mutasi Jabatan?
  • 7 November Hari Wayang Nasional, Ini 3 Dalang ‘Abadi’

Pertempuran hebat terjadi di kawasan kota Yogyakarta. Setelah menguasai kota dalam waktu beberapa jam, TNI dan para pejuang mengubah taktik.

Kota dikosongkan dan melakukan perang gerilya. Seluruh dunia menjadi tahu Belanda faktanya gagal menjamin keamanan.

Jenderal Spoor yang masih terkaget-kaget, pada 2 Maret 1949 menggelar rapat serius di Yogya dan Semarang.

“Terbang ke Yogya dan Semarang untuk mengadakan rapat panjang lebar guna mendapatkan dan memberikan informasi”.

Jenderal Spoor menghadapi kenyataan yang merugikan Belanda. Upayanya mengembalikan situasi aman pasca menguasai Indonesia, gagal.

Serangan dari para gerilyawan republik Indonesia tidak juga berhenti. Sementara ia sudah melakukan perjalanan sejauh 275 kilometer di wilayah Jawa Timur.

Yang bisa ia lakukan hanya mengamankan obyek-obyek vital dan mencegah pengerusakan besar-besaran. Pada saat itu para pejuang diketahui melakukan politik bumi hangus.

Aset-aset penting sengaja dihancurkan ketimbang dikuasai kembali oleh Belanda. Pada saat yang sama korban dari pihak Belanda terus berjatuhan.

Setiap bulan 200 orang personil tewas. Bukan hanya karena serangan para pejuang, tapi juga karena penyakit dan kecelakaan.

Upaya Spoor mengembalikan kekuasaan Belanda melalui jalan militer akhirnya gagal. Pada 27 Desember 1949 kedaulatan Republik Indonesia resmi diakui Belanda. 

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: soeharto kerahkan pejuang
Via: soeharto
Tags: bacaini.idjenderal belandapejuang indonesiaserangan 1 maretsoehartosuharto
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Batu rubi jumbo 11.000 karat temuan terbaru di Mogok Myanmar

Rubi Jumbo 11.000 Karat Hebohkan Myanmar, Batu Mulia Terbaik

Ahmad Dhani dan Maia Estianty sambut kelahiran cucu pertama berweton Minggu Pahing

Cucu Ahmad Dhani Lahir Minggu Pahing, Ini Watak dan Karakternya Menurut Primbon Jawa

Aktivitas pedagang di Pasar Pahing kota Kediri. Foto:bacaini/AK Jatmiko

Rupiah Terjun Bebas, Ini Dampaknya Bagi Rakyat Kecil

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In