• Login
Bacaini.id
Sunday, February 22, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mie Jawa Pak Gundul, Legenda Sejak Tahun 1953

ditulis oleh
31 October 2020 17:33
Durasi baca: 2 menit
Mie Jawa Pak Gundul di depan Gang Trunojoyo Jember. Foto: Bacaini/HTW

Mie Jawa Pak Gundul di depan Gang Trunojoyo Jember. Foto: Bacaini/HTW

JEMBER – Tak banyak pebisnis kuliner yang bertahan hingga puluhan tahun. Kepercayaan terhadap rasa menjadi modal agar tak kehilangan kesetiaan pelanggan.

Mie Jawa Pak Gundul di Jalan Trunojoyo Jember adalah bukti keuletan itu. Di tengah menjamurnya pedagang mie dan nasi goreng di Jember, bisnis kaki lima ini masih berdiri kokoh sejak tahun 1953.

Meski bermodal gerobak dan bangku kayu, kios mie dan nasi goreng Jawa Pak Gundul di Jalan Trunojoyo 9/3 Jember ini tak lekang olah zaman. Usaha ini adalah warisan dari ayah Pak Gundul yang dirintis di tempat yang sama pada tahun 1953. “Ini dulu usaha bapak saya,” kata Pak Gundul kepada Bacaini, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Lokasi gerobak Pak Gundul cukup unik, berada tepat di mulut gang. Gerobak ini bahkan memenuhi setengah ruas jalan gang yang hanya muat dilalui sepeda motor. Bangku kayu untuk pelanggan ditata di tepi gang menghadap tembok. Sehingga siapapun yang makan akan membelakangi lalu lalang sepeda motor.

Kuliner yang diolah Pak Gundul memang jamak. Menu nasi goreng dan mie banyak dijumpai di rumah makan kelas bawah hingga atas. Lantas apa yang membuatnya berbeda?

Selain dimasak menggunakan arang kayu, nasi goreng Jawa Pak Gundul memiliki cita rasa berbeda. Nasi goreng ini dimasak apa adanya di atas tungku tanpa tambahan telur dan irisan ayam goreng. Telur dan daging ayam ditaburkan di atas nasi yang sudah matang sebagai topping.

Telurnya juga bukan ceplok atau dadar, tetapi telur rebus yang diiris tipis. Irisan telur ini mengingatkan menu soto ayam yang kerap ditambahkan irisan telur rebus di atasnya.

Tak banyak bumbu yang dimasukkan Pak Gundul ke dalam nasi gorengnya. Ini terlihat dari cita rasanya yang tak segurih nasi goreng lain yang dimasak menggunakan telur. Namun bagi penyuka nasi goreng alami, sajian ini sangat pas. Tak ada rasa MSG yang menyengat.

Penampakan nasi goreng Pak Gundul juga cenderung coklat terang. Berbeda dengan nasi goreng Malang yang banyak dijual di area kampus Universitas Jember yang berwarna merah karena saos tomat. Atau nasi goreng tungku khas Kediri yang kaya dengan kecap dan berwarna gelap.

Cita rasa alami khas nasi goreng rumahan inilah yang membuat kedai Pak Gundul ramai dikunjungi pelanggan kelompok tua. Rata-rata mereka tak menyukai rasa nasi goreng dan mie yang kuat dan ekstrim.

Rata-rata pelanggan kedai ini adalah pelanggan lama. Mereka tak mau berpindah ke kedai lain dengan alasan sudah nyaman. “Sejak dulu saya makan di sini, sudah terlanjur hafal dengan rasanya,” kata Zaini, konsumen asal Bondowoso yang rela menempuh perjalanan 45 menit menuju gerobak Pak Gundul.

Mie yang dimasak di tempat ini juga berbeda dengan mie gerobak Kediri yang pipih. Pak Gundul memilih mie gilik untuk dimasak dengan bumbu sederhana. Dia juga tak berekesperimen dengan bumbu modern demi menjaga cita rasa masakannya.

Bagi kamu yang ingin menjajal mie dan nasi goreng tempo dulu, bisa mampir di kios Pak Gundul. Selamat mencicipi. (HTW)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: mie gorengmie jawa pak gundul jembernasi gorengpak gundul
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Gus Qowim Buka Festival Da’i Season 6 Dhoho TV

Hujan es dan angin robohkan bangunan di Jombang. Foto: bacaini/Syailendra

Hujan Angin dan Es Batu Terjang Permukiman di Jombang Jelang Berbuka Puasa

Jairi Irawan saat sosialisasi di Kampung Cokelat Blitar menegaskan media bukan alat kekuasaan

Media Bukan Alat Kekuasaan! Jairi Irawan Tegaskan Pers Mitra Kritis DPRD Jatim

  • Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah saat refleksi satu tahun pemerintahan

    Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In