• Login
Bacaini.id
Sunday, February 15, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Budaya Lempar Selendang, Cara Pemuda Lampung Berburu Jodoh

ditulis oleh Editor
2 August 2025 08:18
Durasi baca: 3 menit
Pemuda di Lampung mengikuti tradisi budaya lempar selendang

Lempar selendang jadi tradisi budaya pemuda Lampung mendapatkan jodoh (foto/Tangkapan Layar)

Bacaini.ID, KEDIRI – Masyarakat Lampung, Sumatera khususnya di kawasan pesisir, memiliki budaya Lempar selendang. Sebuah tradisi mencari jodoh bagi muli mekhanai.

Muli mekhanai adalah bahasa lokal yang merujuk pada kata pemuda-pemudi. Budaya lempar selendang ini dikenal sebagai ‘ningkok’.

Tradisi ini masih terus dijalankan oleh masyarakat Lampung Pesisir meskipun terdapat pergeseran budaya menyesuaikan zaman dalam ritualnya.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Ibrah mengenai tradisi lempar selendang, ningkok diselenggarakan sebagai bagian dari upacara pernikahan.

Lazimnya digelar setelah acara pernikahan selesai dan menjadi agenda wajib secara adat.

Jika acara pernikahan pada hari tersebut belum selesai karena berbagai hal, misalnya terdapat pesta pertunjukan atau lainnya, ningkok akan digelar pada hari selanjutnya.

Ningkok dilaksanakan di waktu malam setelah magrib dan biasanya selesai hingga larut malam.

Ritual Lempar Selendang Muli Mekhanai

Lempar selendang ini dilakukan oleh muda-mudi yang hadir dan saling duduk berhadapan.

Dua selendang disiapkan untuk muli dan mekhanai. Di awal acara, dipilih sepasang muli mekhanai untuk dipakaikan selendang yang akan mereka kalungkan pada lawan jenis yang mereka pilih.

Pemilihan pasangan dengan mengalungkan selendang ini dilakukan sepanjang musik pengiring beralun.

Jika musik berhenti, pasangan muli mekhanai yang mendapatkan selendang terakhir, maju menghadap Kepala Suku atau Kepala Desa untuk mendapatkan ‘hukuman’.

Hukuman yang telah disiapkan sebelumnya adalah berbagai kegiatan atau penampilan menarik untuk menghibur seluruh yang berhadir di acara tersebut.

Setelah proses ‘hukuman’ selesai dijalankan, maka selendang dikalungkan kembali secara bergilir mengikuti irama musik seperti sebelumnya.

Pergeseran Budaya dalam Tradisi Ningkok

Pada awalnya, ningkok dilakukan dengan alunan musik tradisional dari gong dan rebana.

Namun, alunan musik ini tergantikan dengan musik remik khas Lampung masa kini, house music.

Musik diputar melalui DVD/VCD Player yang dihubungkan dengan speaker.

Makna Ritual Lempar Selendang

Ritual ini bertujuan untuk mempererat tali silahturahim, mengumpulkan semangat, dan kebahagiaan bagi muda-mudi yang belum memiliki pasangan atau belum menikah.

Bahkan acara ini bisa menjadi ajang ta’arruf, perkenalan maupun perjodohan.

Selain sebagai hiburan, tradisi ini memiliki makna mendalam.

Lempar selendang menjadi wadah bagi muli mekhanai untuk melatih keterampilan berbicara, membangun rasa percaya diri, memperluas jaringan pertemanan, dan memperkenalkan budaya Lampung kepada masyarakat luas. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: berburu jodohbudaya lampungLampungtradisi lampungtradisi lempar selendang
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Wali Kota London Sadiq Khan menyalakan lampu Ramadan di kawasan West End

London Sambut Ramadan 2026, 30 Ribu Lampu LED Hiasi West End

Polisi Blitar bagi cokelat kepada pengendara saat Valentine

Bikin Kaget! Dikira Razia, Pengendara di Kota Blitar Justru Dapat Cokelat dari Polisi

Wisatawan snorkeling menikmati air jernih di sekitar Pulau Gili Ketapang

Liburan 2 Hari di Probolinggo, Dari Laut Biru Gili Ketapang ke Sunrise Gunung Bromo

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In