• Login
Bacaini.id
Sunday, July 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Perjuangan Anak Disabilitas Untuk Belajar Mengaji Bikin Trenyuh

ditulis oleh Redaksi
21 March 2025 01:08
Durasi baca: 2 menit
Anak-anak penyandang disabilitas belajar mengaji di Rumah Quran Sahabat Tuli Kediri. Foto: bacaini/A.K. Jatmiko

Anak-anak penyandang disabilitas belajar mengaji di Rumah Quran Sahabat Tuli Kediri. Foto: bacaini/A.K. Jatmiko

Bacaini.ID, KEDIRI – Keterbatasan fisik tak menghalangi anak-anak ini untuk membaca ayat suci Al Quran. Meski tak mampu berbicara dan mendengar, mereka tetap mengaji sepanjang hari.

Puluhan penyandang disabilitas yang masih remaja ini begitu tekun membaca satu per satu baris ayat di atas meja. Tangan mereka aktif bergerak membentuk kode-kode khusus.

“Anak-anak ini belajar mengaji menggunakan menggunakan bahasa isyarat,” terang Yuyun, pengajar disabilitas yang juga membaca Al Quran kepada Bacaini.ID saat ditemui di rumahnya Perumahan Merah Delima, Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Kamis, 20 Maret 2025.

Sudah lama Yuyun mendampingi penyandang disabilitas ini belajar mengaji. Ia juga mengajarkan bahasa isyarat yang berbeda dengan bahasa Indonesia, yakni bahasa Arab.

Al Quran yang digunakan menggunakan metode al quro mushaf isyarat yang disusun oleh Kementerian Agama. Sehingga para penyandang disabilitas ini lebih mudah memahami.

Setiap kode menggambakan huruf hijaiyah yang dieja. Sehingga meski tak melafalkan secara lisan, mereka tetap bisa membunyikan Khalam Allah dengan gerakan jari.

“Awalnya memang susah mengajarkan anak-anak ini mengaji. Butuh kesabaran karena mereka berbeda dengan anak-anak normal,” kata Yuyun.

Demi memenuhi keinginan mereka untuk mengaji seperti anak lainnya, sejak tahun 2021 Yuyun mendirikan Rumah Quran Sahabat Tuli. Dibantu beberapa relawan mereka mengelola tempat itu hingga sekarang.

Ia berharap para penyandang disabilitas ini mendapat bekal di akhirat kelak.

Penulis: A.K. Jatmiko
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: disabilitasmengajituna rungutuna wicara
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi orang tua mengunggah foto anak di media sosial yang berisiko memicu kejahatan siber

Bahaya Sharenting: Saat Foto Anak di Medsos Jadi Sasaran Penjahat Siber

Menkeu Purbaya. Foto: tangkapan layar

Momen Purbaya Kecewa Kinerja DJKN, Tak Mampu Tunjukkan Data Aset Negara

Truk boks menabrak palang perlintasan kereta api di Nganjuk

Truk Boks Tabrak Palang Perlintasan KA di Nganjuk, Ini Pernyataan KAI

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In