• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Kapal Pinisi yang Sarat Legenda dan Mitologi

ditulis oleh Editor
8 January 2025 13:00
Durasi baca: 3 menit
Kisah Kapal Pinisi yang Sarat Legenda dan Mitologi (foto/Pinterest)

Kisah Kapal Pinisi yang Sarat Legenda dan Mitologi (foto/Pinterest)

Bacaini.ID, KEDIRI – Perahu layar tradisional Pinisi asal Sulawesi merupakan karya seni leluhur yang sarat mitos dan cerita legenda.

Mahakarya ini lahir di Desa Ara, dan Lemo-lemo atau Tanah Lemo, tempat Pinisi modern pertama dibangun pada tahun 1906.

Namun jauh sebelum itu, sesuai legenda yang ada, sejarah kapal Pinisi terkait erat dengan kisah Sawerigading.

Siapa dia? Putra mahkota kerajaan Luwu, salah satu tokoh utama epos Bugis “Sureq Galigo” atau Ila Galigo yang ditulis oleh Colliq Pujie, perempuan bangsawan Bugis Melayu. 

Legenda Pinisi

Legenda mengatakan, untuk menghindari hubungan inses dengan saudara kembarnya, Sawerigading melakukan perjalanan ke negeri Tiongkok.

Dengan menggunakan kapal yang terbuat dari pohon welengreng atau pohon dewata, Sawerigading bertolak  menuju Tiongkok.

Ia bermaksud melamar putri Tiongkok bernama We Cudai. Setelah berpuluh tahun tinggal di Tiongkok dan bersumpah tidak akan pulang, Sawerigading akhirnya melanggar sumpahnya.

Ia tidak kuasa menolak keinginan istri dan anak cucunya yang penasaran melihat tanah kelahiran leluhur Sawerigading.

Dalam perjalanan pulang menuju Luwu, kapal Sawerigading dihantam badai dan pecah menjadi tiga bagian.

Legenda mengatakan, tiga bagian kapal Sawerigading terdampar di daerah Ara, Tanah Lemo dan Bira.

Di situlah kapal Sawerigading dirakit kembali dan kemudian diberi nama Kapal Pinisi. 

Sejarah Kapal Pinisi

Dikutip dari Ocean Earth Travels, kapal Pinisi dikaitkan dengan para pelaut Sulawesi pada abad ke-19.

Mereka menciptakan perahu baru dengan menggabungkan berbagai ide model perahu dari belahan dunia lain.

Mereka menggunakan layar persegi panjang besar yang disebut tanjaq, yang dipadukan dengan layar depan dan belakang seperti kapal-kapal Eropa.

Ciri khas Pinisi mengacu pada konfigurasi tiang, layar, dan tali-temali yang presisi. 

Pinisi tradisional mempunyai ciri konfigurasi dua tiang. Tiang besar di haluan dan tiang kecil di buritan sebagaimana struktur aslinya. Layar pinisi merupakan elemen penting.

Awalnya dilengkapi dengan tujuh hingga delapan layar yang berfungsi untuk menggerakkan angin.

Tidak seperti kebanyakan kapal Eropa, layar utama kapal Pinisi digulung pada tiang dan terbuka seperti halnya tirai.

Lambung kayu merupakan elemen fundamental dalam konstruksi pinisi.

Bagian perahu ini dirancang dengan tangan di mana ilmu pembuatan pinisi ini kemudian diturunkan dari generasi ke generasi.

Proses konstruksi kapal pinisi masih menggunakan tradisi lokal melalui upacara ritual yang dilakukan dari awal menebang pohon hingga peluncuran ke laut.

Pinisi bukan hanya kapal tradisional yang konsepnya telah mendunia, namun juga jadi simbol pengetahuan dan tradisi masyarakat yang adiluhung.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif 

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: ila galigokapal pinisilegendamitologisawerigadingsejarah kapal pinisisulawesi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi kasus suami aniaya istri hingga tewas di Blitar

Makan Malam Jadi Pemicu, Istri di Blitar Tewas Dianiaya Suami

Rumah warga rusak akibat banjir dan cuaca ekstrem di Tulungagung Jawa Timur

Cuaca Ekstrem Menggila, Tulungagung Dihantam Banjir hingga Longsor, Rugi Rp600 Juta

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

  • Ilustrasi puasa. Foto: istimewa

    Bacaan Doa Buka Puasa Nisfu Syaban 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In