Bacaini.ID, TRENGGALEK – IS alias S terdakwa kasus dugaan pencabulan santriwati hingga hamil di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, didakwa dengan pasal berlapis.
IS yang merupakan pimpinan pondok pesantren di wilayah Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek, pada Selasa ini (10/12/2024) menjalani persidangan.
Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek itu berlangsung tertutup dengan Ketua PN Trenggalek sebagai pimpinan sidang.
Kasi Pidana Umum Kejari Trenggalek, Yan Subiyono, mengatakan, terdakwa IS didakwa dengan lima pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
“Terdakwa didakwa melanggar dua pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, dua pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta satu pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),” jelasnya.
Dakwaan ini mengancam terdakwa dengan hukuman pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.
Selain itu, jika terbukti bahwa terdakwa adalah seorang pendidik atau pengurus lembaga pendidikan, hukumannya akan ditambah sepertiga dari pidana pokok yang dijatuhkan, sebagaimana diatur ketentuan perundang-undangan.
“Dalam sidang ini JPU membacakan dakwaan secara rinci, sementara pihak pengacara terdakwa tidak mengajukan eksepsi atau sanggahan terhadap dakwaan,” terang Yan Subiyono.
Yan Subiyono mengimbau semua pihak untuk terus mengawal kasus ini agar proses hukum berjalan transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kami berkomitmen untuk menuntut keadilan dalam kasus ini, terutama bagi korban. Sidang lanjutan akan digelar dalam waktu dekat dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” pungkasnya.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif