• Login
Bacaini.id
Friday, April 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Penemuan Manusia Purba Tulungagung telah Berusia 135 Tahun

ditulis oleh Editor
29 September 2023 14:51
Durasi baca: 2 menit
Penemuan manusia purba Tulungagung atau Homo Wajakensis telah berusia 135 tahun. (foto/Setiawan/Bacaini)

Penemuan manusia purba Tulungagung atau Homo Wajakensis telah berusia 135 tahun. (foto/Setiawan/Bacaini)

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Keberadaan manusia purba Indonesia di Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung Jawa Timur ditandai dengan pendirian Tugu Homo Wajakensis.

Penamaan Homo Wajakensis diketahui berawal dari ditemukannya fosil tengkorak manusia purba oleh seorang kebangsaan Belanda bernama Van Rietschoten, yakni pada tahun 1888. Fosil yang mula-mula diberinya nama spesimen Wajak Satu

“Spesimen Wajak Satu ditemukan saat proses penelitian kandungan marmer oleh Jenderal Belanda,” ujar Sekretaris Pokdarwis Wajakensis Jatipurbo, Abdul Kholik.

Terhitung hingga hari ini, penemuan manusia purba Homo Wajakensis di Tulungagung telah berusia 135 tahun.

Saat itu, kabar penemuan fosil sontak menyebar cepat. Merasa tertarik, seorang peneliti Belanda bernama Eugene Dubois langsung mendatangi lokasi penemuan.

Dalam risetnya yang berlangsung 1890, Dubois menemukan tulang rahang yang kemudian dinamakan spesimen Wajak dua.

“Dari temuan tersebut, Dubois berkesimpulan bahwa fosil tersebut adalah manusia purba homo sapiens. Dia menamakannya sebagai Homo Sapien Wajakensis, mengingat dulu wilayah ini sebagai Distrik Wajak,” paparnya.

Penemuan manusia purba Homo Wajakensis membuat nama Tulungagung semakin dikenal. Tidak hanya sebagai wilayah penghasil marmer, namun juga tempat manusia purba.  

Dalam perjalanannya Pemkab Tulungagung pada tahun 2012 mendirikan monumen Tugu Homo Wajakensis, yakni sebagai penanda lokasi penemuan fosil manusia purba.

“Lokasi ini juga masih sering menjadi penelitian oleh perguruan dan lembaga tertentu,” terangnya.

Abdul menjelaskan bahwa beberapa orang yang sering berkeliling di kawasan situs juga kerap menemukan fosil hewan purba. Di antaranya kerang dan hewan darat.

Diduga penemuan itu berkaitan erat dengan Homo Wajakensis.

Di lokasi situs juga masih banyak hewan endemik dan langka, yakni salah satunya landak. Maka dari itu, Pokdarwis Wajakensis Jatipurbo melarang adanya aktivitas perburuan.

“Kami larang perburuan disini. Agar ekosistem di situs ini tetap terjaga,” pungkasnya.

Penulis: Setiawan

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: E DuboisfosilHomo Wajakensismanusia purbamonumen Tugu Homo Wajakensis
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi kenaikan harga plastik dan kemasan makanan

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Mulai “Pelit” Kresek Akibat Lonjakan Biaya Produksi

Foto: bacaini by AI

Jejak Diplomasi Soekarno dan Jalan Masuk Freeport ke Papua

Pantai Serang Blitar sumber pendapatan desa

Hasil Audit Ungkap Dugaan Kebocoran BUMDes Serang Blitar, Inspektorat Beri Rekomendasi

  • Wawali Blitar Elim Tyu Samba tidak hadir di upacara Hari Jadi ke-120 Kota Blitar

    Ada Apa dengan Wawali Blitar Elim Tyu Samba? Absen di Hari Jadi ke-120 Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terguling di Tol Jombang, Bus Restu Angkut 35 Penumpang, Evakuasi Korban Berlangsung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PKB Blitar Penuh Kejutan, Nasa Barcelona Tantang Gus Tamim di Bursa Ketua DPC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In