• Login
Bacaini.id
Monday, June 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Suroan di Nganjuk, 6 Pusaka Ki Ageng Ngaliman Dijamas Air dari Sedudo

ditulis oleh Editor
11 August 2023 22:26
Durasi baca: 2 menit
Prosesi penjamasan pusaka Ki Ageng Ngaliman oleh sesepuh desa. Foto: Bacaini/Asep Bahar

Prosesi penjamasan pusaka Ki Ageng Ngaliman oleh sesepuh desa. Foto: Bacaini/Asep Bahar

Bacaini.id, NGANJUK – Masyarakat di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk melaksanakan kirab dan jamasan pusaka peninggalan Ki Ageng Ngaliman. Prosesi ini menjadi tradisi sakral setiap Bulan Suro.

Tradisi turun-temurun masyarakat Gunung Wilis tersebut kali ini dilaksanakan setiap pasaran Wage, 24 Suro 1445 yang jatuh tepat hari ini, Jumat, 11 Agustus 2023.

Kirab dimulai pukul 08.00 WIB dari makam Ki Ageng Ngaliman. Para sesepuh desa berjalan paling depan, kompak mengenakan pakaian adat jawa sambil menggendong jarik berisi enam pusaka disusul iring-iringan warga.

Aroma kemenyan dan lantunan salawat mengiringi perjalanan enam pusaka peninggalan Ki Ageng Ngaliman menuju balai desa. Sepanjang jalan sejauh 500 meter itu dipenuhi warga yang selalu antusias menyambut momen sakral ini.

Sampai di Balai Desa Ngaliman, enam pusaka tersebut diserahkan kepada sejumlah pejabat dan diletakkan di satu tempat. Dilanjutkan dengan penampilan tari gambyong sebagai penyambutan juga tarian Bondan Kendi yang menggambarkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

Tibalah waktu penjamasan yang dilakukan oleh sesepuh lembaga adat. Masing-masing pusaka berbentuk cundrik dan wayang kayu itu memiliki nama sendiri, yaitu pusaka Kiai Kembar, Kiai Bondan, Kiai Jogo Truno, Kiai Betik, Mbah Dukun dan Raden Panji.

Penjamasan dilakukan menggunakan air yang diambil dari Air Terjun Sedudo. Setelah selesai, pusaka peninggalan salah satu tokoh penyebar agama Islam itu kemudian dikembalikan ke tempat penyimpanannya di samping kantor desa.

Bersamaan dengan itu, warga mulai berebut air sisa penjamasan. Warga Ngaliman percaya air tersebut berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit, menyuburkan tanaman hingga memagari dari segala gangguan makhluk gaib dan orang yang berniat jahat.

Ketua Lembaga Adat Istiadat Sosial Budaya Desa Ngliman, Sumarno mengatakan, kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk melestarikan budaya leluhur, termasuk jamasan pusaka milik Ki Ageng Ngaliman.

“Sudah sejak dulu, yang namanya pusaka harus diwarangi atau dijamas,” kata Sumarno usai kegiatan hari ini, Jumat, 11 Agustus 2023.

Diceritakannya, Ki Ageng Ngaliman sendiri selain menyebarkan ajaran agama Islam juga mengajarkan cara melawan penjajah kala itu. Cara yang diajarkan adalah dengan memberikan warangan yang mengandung racun pada sebuah pusaka.

“Selama di sini, (Desa Ngaliman) Ki Ageng Ngaliman memang menyusun kekuatan, mengajarkan ilmu-ilmu untuk melawan penjajah Belanda,” imbuhnya.

Penulis: Asep Bahar
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bulan suronganjukprosesi jamasanpusaka ki ageng ngaliman
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pernyataan pers bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, pada Kamis, 28 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Presiden Prabowo Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Fase Terbaik

Ratusan pohon pepaya milik petani Perhutanan Sosial di Desa Jingglong Blitar dirusak orang tak dikenal

Perusakan Tanaman Petani Perhutanan Sosial di Blitar, Pelakunya OTK

Mantan Pejabat Senior CIA Diduga Curi 303 Emas Batangan Senilai Rp714 Miliar

  • Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

    KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In