• Login
Bacaini.id
Tuesday, June 16, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Hadirkan Gus Miftah, Bupati Trenggalek Gelar Talkshow Kebangsaan

ditulis oleh Editor
23 February 2023 20:22
Durasi baca: 2 menit
Gus Miftah dan Bupati Trenggalek dalam talkshow kebangsaan. Foto: Ist

Gus Miftah dan Bupati Trenggalek dalam talkshow kebangsaan. Foto: Ist

Bacaini.id, TRENGGALEK – KH Miftah Maulan Habiburrahman atau yang populer disapa Gus Miftah bersama Bupati Trenggalek memberikan wawasan kebangsaan kepada generasi muda. Kegiatan digelar santai berkonsep talkshow di GOR Gajah Putih, Kamis, 23 Februari 2023.

Talkshow yang diikuti oleh para pelajar setingkat SMA dan mahasiswa di Kabupaten Trenggalek tersebut juga bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya radikalisme.

“Dengan ikhtiar ini kita harapkan anak-anak memiliki wawasan kebangsaan yang baik dan benar, bagaimana mencintai bangsanya, bagaimana mempertahankan ideologinya, bagaimana kita belajar bertoleransi dan sebagainya,” harap Gus Miftah.

Salah satu ciri seseorang terpapar radikalisme, menurut pengasuh Ponpes Ora Aji Sleman Yogyakarta itu antara lain adalah tidak mau menerima perbedaan dalam hal beragama. Padahal perbedaan, menurutnya juga merupakan sunnatullah.

“Kita semuanya berbeda, dari suku, warna kulit, dari bahasa dan lain sebagainya, dan Pancasila sampai hari terbukti menjadi ideologi yang ampuh untuk mempersatukan itu,” ucap Gus Miftah.

Sebagai upaya untuk membentengi diri dari paparan radikalisme, menurut Gus Miftah antara lain adalah memberikan pemahaman keagamaan yang benar. Salah satu caranya adalah tidak keliru dalam memilih guru.

“Seperti yang saya bilang, ikutlah pendapat ahli jangan ikut-ikutan orang yang ahli berpendapat,” pesannya.

“Karena di era medsos ini semuanya bisa berpendapat, bahkan mereka yang tidak punya keahlian sekalipun,” sambung Gus Miftah sekaligus mengingatkan untuk berhati-hati dengan kajian-kajian yang justru mengajarkan kebencian atau paham radikalisme.

Penulis: Aby

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bupati trenggalekkabupaten TrenggalekPemkab Trenggalek
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi perbedaan tampilan wajah carb face dan protein face akibat pola konsumsi karbohidrat dan protein

Carb Face vs Protein Face, Apa Pengaruh Makanan ke Wajah?

Satpol PP Tulungagung merazia 47 pelajar yang nongkrong di warung kopi saat jam sekolah

Pelajar Tulungagung Dilarang di Warkop, Terjaring Razia Dihukum Nyanyi Indonesia Raya

Bubur Suro khas Nusantara, tradisi kuliner Muharram dari suku Sasak dan masyarakat Madura

Bubur Suro Nusantara: Tradisi Muharram Sasak dan Madura

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In