• Login
Bacaini.id
Thursday, May 7, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mengkritik Pemerintah Dengan Pantomim

ditulis oleh Editor
15 December 2022 15:01
Durasi baca: 2 menit
Salah satu aksi Yusuf ketika mementaskan seni pantomim. Foto: Bacaini/Setiawan

Salah satu aksi Yusuf ketika mementaskan seni pantomim. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Pertunjukan pantomim bagi sebagian orang mungkin hanya dipandang sebagai hiburan semata. Namun bagi Yusuf Eko Nugroho, seni pertunjukan pantomim dapat menjadi media edukasi hingga ekspresi kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Sebagai seorang praktisi pantomim, warga Tulangung ini mulai mengenal pantomim sejak menempuh pendidikan seni di Universitas Negeri Surabaya. Bahkan pentas pertunjukan seni pantomim mulai dari panggung nasional hingga internasional sudah pernah dijajakinya.

“Sudah 10 tahun saya mengenal pantomim, karena memang sangat suka. Akhirnya setelah lulus, saya coba kembangkan kesenian pantomim di Tulungagung,” kata Yusufkepada Bacaini.id, Kamis, 15 Desember 2022.

Sesampainya di Bumi Gayatri, Yusuf segera merapatkan barisan, bergabung dengan komunitas seni, tentu saja untuk bertukar pikiran sekaligus membangun relasi antar komunitas seni. Alhasil, dalam waktu singkat dia mampu membentuk komunitas pantomim dengan nama Panthukir.

“Komunitas Panthukir kami buat untuk mewadahi seniman yang memiliki ketertarikan dengan dunia seni pertunjukan pantomim,” terangnya.

Pria dengan nama panggung Cak Besut itu menyebutkan bahwa komunitasnya sudah sering melakukan pertunjukkan di Tulungagung. Selain mengisi acara monumental seperti di Alun-alun hingga menyasar berbagai warung kopi di Tulungagung. Tidak sekedar menghibur, edukasi dan kritik juga selalu diselipkan melalui seni pantomim yang mereka tampilkan.

“Setiap tampil biasanya membawa tema tertentu. Beberapa waktu lalu saya membawakan tema tentang bantuan siswa miskin. Pada saat tampil, saya ingin menggambarkan sulitnya siswa miskin mendapatkan bantuan dari pemerintah,” tuturnya sembari tertawa lirih.

Warga Kecamatan Kedungwaru itu menambahkan ada beberapa latihan yang harus dilakukan untuk mendalami seni pertunjukan pantomim. Disebutkan yang pertama adalah melakukan olah tubuh dimana seseorang harus bisa menguasai teknik stilistik dan stakato.

“Selain itu ada olah ekspresi, pelaku seni pantomim harus bisa menguasai senam eskpresi dan hiper ekspresi,” imbuhnya.

Lebih jauh, Yusuf mengungkapkan cita-citanya untuk kembali mempopulerkan kesenian pantomim. Oleh karena itu, dia seringkali melakukan pentas secara suka rela dengan misi mengembalikan kejayaan seni pertunjukan pantomim.

“Tahun 1970, seni pertunjukan pantomim sangat populer di Indonesia. Momen seperti itulah yang ingin saya coba kembalikan lagi,” harapanya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: komunitas panthukir tulungagungseni pantomimTulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

PDIP Trenggalek menerima alokasi dana bantuan partai politik tahun 2026 terbesar

PDIP Trenggalek Terima Dana Banpol Rp524,2 Juta, Jadi Penerima Terbesar 2026

Tonny Andreas kandidat Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 mendapat dukungan 27 cabang olahraga

Tonny Andreas Kantongi Dukungan 27 Cabor, Maju Kandidat Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030

Fenomena awan pelangi atau cloud iridescence terlihat berwarna-warni di langit wilayah Jabodetabek

Fenomena Awan Pelangi Viral, Ini Penjelasan Sains dan Maknanya dalam Primbon Jawa

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In