• Login
Bacaini.id
Sunday, May 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pecel Termahal di Dunia, Satu Porsi 6 Juta

ditulis oleh
16 September 2021 16:18
Durasi baca: 2 menit
Pecel punten di Kota Kediri yang dibanderol jutaan per porsi. Foto: Bacaini/Tiza Seftiana

Pecel punten di Kota Kediri yang dibanderol jutaan per porsi. Foto: Bacaini/Tiza Seftiana

Bacaini.id, KEDIRI – Sebuah warung pecel di Kota Kediri viral lantaran mematok harga Rp 6 juta per porsinya. Meski bernilai jutaan, namun pengunjungnya tiap hari tak pernah sepi.

Warung pecel milik Sumiyati yang terletak di Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri ini cukup unik. Meski lapaknya sangat sederhana, yakni memanfaatkan halaman rumah berlantai paving dengan bangku-bangku kayu, namun harga yang dipatok sangat fantastis, Rp 6 juta per porsi.

Nominal enam juta yang dimaksudkan bukanlah harga sebenarnya. Melainkan istilah yang dipakai untuk mengganti kata ribu. Para pembeli cukup membayar Rp 6 ribu untuk satu porsi pecel punten.

Menurut Sumiyati, penyebutan kata ribu menjadi juta ini bukan tanpa maksud. Hal itu merupakan candaan untuk mengakrabkan penjual dengan pembeli, sekaligus agar diingat oleh konsumen. “Supaya pembeli uangnya banyak”, seloroh Sumiyati saat berbincang dengan Bacaini.id, Kamis, 16 September 2021.

Strategi itu berhasil.  ‘Mahalnya’ harga pecel punten di sini memunculkan sebutan tempat makan sultan oleh para konsumennya.

Selain unik karena menggunakan satuan jutaan, pembeli juga dipastikan tutup telinga mendengar teriakan pelayan usai membayar. Tanpa dikomando, seluruh pelayan yang bekerja kompak mengatakan kalimat yang sama kepada konsumen yang hendak pulang, “Mbenjing mriki malih nggeh (besok ke sini lagi ya)”.

Sama dengan penyebutan jutaan yang mendoakan pembeli memiliki uang banyak untuk membeli pecel, yel-yel ‘mbenjing mriki malih’ juga doa agar mereka diberikan kesehatan. “Kalau badannya sehat bisa datang lagi ke warung”, kata Sumiyati.

Berdiri sejak tahun 2000, pecel punten ini memiliki banyak topping, mulai kenikir, kecambah, kerupuk pasir, hingga sambal kacang. Punten sendiri diolah dari beras yang diberi santan dan garam. Setelah masak lalu ditumbuk hingga padat.

Cita rasa punten yang gurih dipadu pedasnya sambal kacang cukup menggoyang lidah. “Rasanya enak, pedasnya pas, harganya terjangkau, pelayannya juga ramah”, ungkap Sri Rahayu, salah satu pelanggan.

Selain punten pecel, warung yang buka pukul 08.00 – 17.00 WIB ini juga menyediakan nasi jagung, nasi putih, tiwul, dan jenang campur. Lauknya juga beraneka ragam yang bisa diambil secara swalayan, seperti lele goreng, ayam goreng, nila, telur, tahu, tempe, ati rempela, dan krengsengan.

Untuk melayani konsumen, Sumiyati mempekerjakan 10 pegawai di warungnya. Tiga orang bertugas melayani pembeli, sisanya memasak di dapur.

Penulis: Tiza Seftiana
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Prabowo Subianto menandatangani prasasti peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Tegaskan Penghormatan untuk Buruh

Ilustrasi seseorang makan menggunakan tangan langsung dengan makanan tradisional Indonesia

Makan Pakai Tangan Bikin Lebih Tenang dan Nikmat, Ini Penjelasan Neuroscience

Penetapan calon Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 antara Muh Samanhudi Anwar dan Tonny Andreas

Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In