Poin Penting:
- Sebanyak 60 calon jemaah haji tertahan di bandara karena diduga menggunakan jalur ilegal atau non prosedural
- Menteri Haji Gus Irfan menegaskan tidak ada haji tanpa antre dan meminta masyarakat tidak tergiur tawaran keberangkatan instan
- Pemerintah membentuk Satgas Haji dan Umrah bersama Polri dan Imigrasi untuk memperketat pengawasan haji ilegal 2026
Bacaini.ID, JOMBANG — Sebanyak 60 calon jemaah haji tertahan di sejumlah bandara Indonesia karena diduga menggunakan jalur non prosedural atau ilegal. Menteri Haji dan Umrah KH Irfan Yusuf menegaskan tidak ada haji tanpa antre dan meminta masyarakat waspada terhadap penipuan berkedok haji cepat.
Baca Juga:
Meski demikian, dibanding tahun sebelumnya jumlah mereka yang tertahan tersebut mengalami penurunan. KH Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan jumlah jemaah yang tertahan di bandara pada tahun ini belum mencapai 100 orang. Sementara pada musim haji tahun sebelumnya lebih dari 1.000 orang.
“Tadi malam Wakapolri memberi laporan kepada kami sekitar 60-an orang,” kata Gus Irfan usai memberangkatkan calon jemaah haji Kloter 62 di Pendopo Kabupaten Jombang Jawa Timur Kamis (7/5/2026).
Menurut Gus Irfan, penurunan angka calon Jemaah haji yang berangkat via non prosedural itu dipengaruhi meningkatnya edukasi dan komunikasi kepada masyarakat terkait prosedur resmi ibadah haji. Meski demikian ia tetap mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran keberangkatan haji tanpa antre.
“Kami mohon kepada mereka yang berusaha mencari peluang dan keuntungan, jangan sampai menipu masyarakat dengan iming-iming haji tanpa antre. Prinsipnya tidak ada haji tanpa antre,” tegasnya.
Satgas Haji dan Umrah Perketat Pengawasan Haji Ilegal
Gus Irfan juga menyampaikan Kementerian Haji dan Umrah telah membentuk satuan tugas (satgas) bersama lintas instansi untuk memperketat pengawasan praktik haji ilegal tahun 2026.
Upaya pencegahan keberangkatan calon jemaah tidak melalui prosedur resmi tersebut melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, Kepolisian RI, serta Imigrasi. “Fungsinya untuk mencegah ada haji-haji yang tidak melalui prosedur yang benar,” ujar Gus Irfan.
Baca Juga:
Pencegahan berlangsung sejak dalam negeri agar calon jemaah tidak mengalami persoalan saat berada di Arab Saudi. “Daripada di sana terlunta-lunta, dikejar-kejar kepolisian, tidak bisa menjalankan ibadah haji, lebih baik dicegah di sini,” tambahnya.
Selain membahas pencegahan haji ilegal, Gus Irfan juga memastikan proses pemberangkatan jamaah haji Indonesia sejauh ini berjalan lancar. Ia menyebut lebih dari 50 persen jamaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
“Sekarang sudah sekitar 250 kloter yang berangkat. Sebagian jamaah yang di Madinah juga sudah bergeser ke Makkah,” terangnya.
Ia menambahkan, jamaah yang diberangkatkan hari ini langsung menuju Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
“Alhamdulillah laporan dari teman-teman di sana semuanya berjalan lancar. Memang ada satu-dua kendala kecil, tetapi bisa segera diatasi,” pungkasnya.
Penulis: Syailendra
Editor: Solichan Arif





