Poin Penting:
- Kantor Imigrasi Blitar mencatat 211 WNA berada di wilayah kerja yang meliputi Kota Blitar, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung.
- Mayoritas WNA berasal dari Malaysia dan Thailand, sementara sekitar 15 persen tercatat karena percampuran keluarga atau menikah dengan WNI.
- Jumlah tersebut turun dibanding 2025 yang mencapai sekitar 500 WNA, termasuk mahasiswa asing yang belajar di UIN Tulungagung.
Bacaini.ID, BLITAR – Wilayah Kota Blitar, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung bukan kawasan wisata favorit dan tujuan kerja bagi warga negara asing (WNA). Namun Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar mencatat ada sebanyak 211 WNA dengan mayoritas berasal dari Negara Malaysia dan Thailand.
Kepala Kantor Imigrasi Blitar Aditya Nursanto mengatakan, dari 211 WNA tersebut, 15 persen di antaranya karena alasan percampuran keluarga, yakni menikah dengan WNI. Kemudian selebihnya karena belajar atau kuliah di kampus UIN Tulungagung.
“Sebanyak 211 WNA yang kami deteksi di wilayah kerja kami (Kota Blitar, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung). Paling banyak percampuran keluarga 15 persen,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Blitar Aditya Nursanto kepada wartawan Kamis (3/9/2026).
Dari data yang dimiliki Imigrasi, jumlah WNA di wilayah Blitar dan Tulungagung bersifat fluktuatif. Dibanding tahun sebelumnya, relatif turun. Pada tahun 2025 jumlah WNA mencapai 500 orang, yang itu termasuk pelajar di kampus UIN Tulungagung.
“Ini termasuk yang turun (Jumlah WNA). Tahun lalu 500 WNA, termasuk mahasiswa UIN. Namun kemungkinan masih berubah pada akhir tahun,” terangnya.
Para WNA di Blitar dan Tulungagung melakukan pelayanan administrasi di Kantor Imigrasi Blitar secara berkala. Mulai melakukan perpanjangan izin tinggal hingga alih status izin tinggal, khususnya yang melakukan kawin campur. Dengan begitu keberadaan WNA yang mayoritas dari Asia Tenggara tersebut (Malaysia dan Thailand) dapat terdeteksi.
Juga disampaikan oleh Aditya Nursanto kalau kawasan selatan Jawa Timur bukan tempat favorit untuk tujuan wisata dan bekerja bagi warga asing. Adanya kebijakan dan inovasi pemerintah daerah sangat berpengaruh dengan kehadiran WNA, khususnya terkait investasi dan sektor pariwsata.
“Bisa dibilang wilayah selatan (Jawa Timur) bukan tujuan favorit wisata dan bekerja (Bagi WNA),” pungkasnya. (sa/edt)




