Bacaini.ID, KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan menggelar Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Kelas Pengasuhan Balita sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting.
Kegiatan yang menyasar keluarga dengan balita hingga ibu hamil tersebut digelar di Balai Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kamis (3/9).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kediri mewujudkan target zero growth stunting yang menjadi harapan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa mengatakan, menurunkan angka stunting merupakan investasi untuk menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Melalui kegiatan hari ini, kami ingin menguatkan dua kunci utama dalam pencegahan stunting,” kata Dewi yang juga menjabat Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Kediri.
Menurutnya, ikan mengandung protein hewani, omega 3, serta zat gizi mikro yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Selain memberikan edukasi, Pemkab Kediri juga menyerahkan 120 paket olahan ikan kepada sasaran yang meliputi balita, anak stunting, anak wasting, serta ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).
Dalam Kelas Pengasuhan Balita, keluarga mendapat edukasi mengenai pola asuh, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi, stimulasi tumbuh kembang anak, serta pentingnya menjaga kebersihan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid mengatakan, 120 paket yang dibagikan terdiri dari filet ikan lele, abon lele, nugget, dan kulit ikan.
“Semoga nanti dengan kegiatan ini juga akan menumbuhkan rajin makan ikan, minimal 1 minggu makan ikan itu dua kali,” ucapnya.(ADV)




